MALANG KOTA – Beberapa tiang listrik yang berada di tengah ruas jalan Ki Ageng Gribig Kota Malang, kemarin (10/1) mulai dipindah PLN.
Pemindahan tiang listrik oleh PLN dilakukan agar tidak mengganggu akses kendaraan di Jalan Ki Ageng Gribig.
Juga mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat tiang listrik PLN di Jalan Ki Ageng Gribig offside.
Sebelumnya, tiang listrik tersebut berada di tepi ruas jalan.
Pertengahan 2023 lalu, pemerintah melebarkan kawasan Jalan Ki Ageng Gribig.
Akibat pelebaran, posisi tiang listrik yang sebelumnya berada di tepi jalan itu kemudian menjadi di tengah jalan
Pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin, beberapa personel dari perusahaan listrik negara (PLN) berada di lokasi sekitar pukul 09.30.
Dengan peralatan lengkap, mereka mulai mencopoti kabel beraliran listrik, kemudian memasang tiang ke tepi jalan.
Pada tahap pertama, baru tiga dari 10 tiang listrik yang masuk daftar harus pemindahan.
PLN memprioritaskan tiga tiang yang tak jauh dari simpang di Jalan Ki Ageng Gribig, karena letaknya paling mendekati jalan.
Hingga pukul 16.00, proses penataan masih berlangsung. Ada dua truk yang disiagakan untuk mencabut tiang listrik.
Manager PLN ULP Blimbing Samsul Arifin mengatakan, setelah dicabut tiang listrik yang semula dari besi akan diganti tiang berbahan cor.
“Dengan adanya penataan ini, listrik otomatis padam. Namun sesuai standar operasional yang berlaku, padamnya tidak sampai malam,” katanya.
Samsul menjelaskan, tiang listrik yang diganti jenisnya tipe tegangan menengah.
Tingginya sekitar 13 meter.
“Untuk satu kali pemindahan, kami membutuhkan biaya antara tujuh sampai delapan juta rupiah,” sebut dia.
Di tempat lain, Juru Bicara PLN UP3 Malang Bintara Situmorang mengatakan, ada beberapa area yang terdampak akibat pemindahan tiang listrik tersebut.
Antara lain pelanggan di kawasan Jalan Ki Ageng Gribig, Perumahan Bulan Terang Utama, Madyopuro, Jalan Danau Jonge, dan Jalan Danau Sentani.
Terkait penataan tiang listrik lainnya, Bintara berjanji akan secepatnya.
Sebab, dalam satu kali penataan, pekerjaan yang dilakukan bervariasi.
“Tidak hanya tiang, tapi ada kabel dan aksesori juga. Yang jelas, petugas tidak ada yang menunggu dan bekerja terus setiap hari,” tegas dia.
Selain itu, dia mengatakan, mereka memperhitungkan pemadaman lampu agar tidak mengganggu pelanggan terlalu lama.
Hanya saja, Bintara melanjutkan, pihaknya baru saja mendapat informasi bahwa ada kendala penanaman tiang.
Sebab, perlu ada persetujuan warga, RT, dan RW untuk lokasi baru penanaman tiang.
“Ini yang membuat pekerjaan sedikit terhambat,” tandasnya. (mel/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana