Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Harga Empat Komoditas di Kota Malang Berikut Ini Dikhawatirkan Naik saat Ramadan, Salah Satunya Beras

Mahmudan • Kamis, 7 Maret 2024 | 17:30 WIB
PANTAU HARGA: Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat berkomunikasi dengan pedagang di Pasar Tawangmangu kemarin (6/3). Kunjungannya ke pasar tradisional tersebut didampingi kepala dinas yang tergabung dala
PANTAU HARGA: Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat berkomunikasi dengan pedagang di Pasar Tawangmangu kemarin (6/3). Kunjungannya ke pasar tradisional tersebut didampingi kepala dinas yang tergabung dala

MALANG KOTA – Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mewaspadai ancaman harga naik untuk empat komoditas, satu di antaranya beras.

Tiga lainnya yaitu harga, gula, ayam, dan telur yang belakangan sudah melambung naik di sejumlah pasar tradisional Kota Malang.

Tapi ada potensi harga beras dan lainnya naik lagi jelang Ramadan, sehingga Tim Penanganan Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang sangat waspada.

Kemarin (6/3), Wahyu bersama beberapa kepala perangkat daerah (PD) memantau harga komoditas di pasar tradisional.

Yakni di Pasar Tawangmangu dan Pasar Blimbing.

Selain kedua pasar tersebut, Wahyu juga mengecek harga di Superindo Jalan Sulfat.

Dari pantauan tersebut, harga gula masih bertengger di angka Rp 17 ribu per kilogram.

Padahal normalnya Rp 12 ribu per kilogram.

Kemudian harga beras premium yang normalnya Rp 12 ribu, kini berada di angka Rp 15.500 per kilogram.

Usai meninjau harga, Wahyu akan menggelar rapat bersama TPID Kota Malang.

Tujuannya untuk menentukan solusi agar harga sejumlah komoditas tersebut stabil selama Ramadan.

”Kami akan menentukan apakah ada subsidi atau menggelar kembali warung tekan inflasi. Ancaman kenaikan harga tersebut sudah menjadi atensi pemerintah pusat, dan kami langsung mengecek ke lapangan,” ujar Wahyu kemarin.

Pejabat eselon II A itu sudah menyiapkan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).

Pada 2024 ini, Pemkot Malang mempunyai dana Rp 8 miliar di BTT.

Namun belum ditentukan berapa yang akan dialokasikan untuk mengendalikan harga.

”Beras masih kami coba untuk menstabilkan. Sedangkan cabai, gula, ayam, dan telur mulai naik,” katanya.

”Semoga dengan skenario yang ditentukan, bisa menekan harga selama Ramadan,” tambah Wahyu.

Untuk warung tekan inflasi, dia mengatakan, kemungkinan akan tetap digelar tiga titik.

Yaitu Pasar Dinoyo, Pasar Blimbing, dan Pasar Besar.

Untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan, Wahyu akan berkoordinasi dengan badan urusan dan logistik (Bulog) Malang.

Utamanya terkait persediaan gula dan beras.

“Kami akan kolaborasi dengan Bulog. Kemudian nanti akan ada subsidi agar harganya tetap di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET),” pungkasnya.(adk/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#harga naik #beras #Kota Malang