MALANG KOTA – Pohon tumbang akibat cuaca ekstrem masih mengancam Kota Malang.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melakukan pemotongan dan pengeprasan pohon di sejumlah titik.
Dua hari belakangan ini, 28-29 Maret, pengeprasan sudah dilakukan di titik-titik rawan.
Di antaranya Jalan Kahuripan, Jalan Majapahit, Jalan Tumapel, Jalan Kertanegara, Jalan Ki Ageng Gribig, Jalan Mayjen Sungkono, dan Jalan Letjen Sutoyo.
Kabid Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Malang Laode KB Alfitra menuturkan, selama Lebaran, perawatan dan pemantauan pohon tumbang menjadi perhatian serius.
Itu bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik atau wisatawan yang datang ke Kota Malang.
”Setiap hari kami menyiapkan tim khusus untuk memantau potensi pohon tumbang,” tutur Laode kemarin (29/3).
Dari beberapa titik tersebut, pihaknya memprioritaskan empat titik pantau.
Yakni di Jalan Kahuripan, Jalan Majapahit, Jalan Tumapel, dan Jalan Kertanegara.
”Di (empat) titik itu, diperkirakan menjadi kepadatan lalu lintas tertinggi selama Lebaran. Sehingga kami memastikan pemudik aman,” terangnya.
Selain pemotongan pohon, dia menambahkan, pengangkutan sampah tetap normal saat Hari Raya Idul Fitri.
Pihaknya telah membagi petugas kebersihan menjadi dua shift.
Yakni pagi dan siang.
”Penanganan sampah sama seperti hari biasa. Jadi tidak ada sampah yang menumpuk,” tegasnya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menekankan, seluruh Perangkat Daerah (PD) harus bersinergi untuk melakukan mitigasi atau pencegahan bencana alam.
”Kami juga butuh dukungan masyarakat dalam pencegahan bencana. Salah satunya menjaga kelestarian lingkungan,” tandas Wahyu.(adk/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana