KEPANJEN – Destinasi wisata di Bumi Kanjuruhan panen wisatawan. Selama libur Lebaran beberapa waktu lalu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang mengungkap ada 165 ribu wisatawan. Jika diestimasi setiap wisatawan mengeluarkan Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu, perputaran uang berkisar Rp 4,12 miliar sampai Rp 8,25 miliar.
”Itu hanya asumsi rata-rata. Tapi tidak mungkin juga orang berwisata hanya mengeluarkan Rp 10.000 saja,” ujar Kepala Disparbud Kabupaten Malang Purwoto, beberapa waktu lalu.
Terlebih, dia melanjutkan, mayoritas wisatawan berasal dari luar Kabupaten Malang. Terutama daerah yang secara geografis berada di dataran rendah, seperti Sidoarjo, Surabaya, Gresik, dan Lamongan.
Biasanya, wisatawan mengeluarkan uang untuk konsumsi dan transportasi. Belum lagi untuk membayar penginapan maupun tiket dan parkir di tempat wisata yang sebagian masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Malang. “Itu semua akan masuk di pajak hotel, restoran, maupun hiburan,” lanjutnya.
Purwoto menyebutkan, sejauh ini wisata favorit masyarakat masih yang menawarkan tiket terjangkau. Seperti Sumber Maron, Sumber Sira, hingga wisata pantai. Meskipun wisatawan banyak mengeluhkan akses jalan yang rusak, dia melanjutkan, keindahan pantai tidak menyurutkan antusias wisatawan. “Akhir-akhir ini wisata pantai yang menjadi favorit itu Balekambang dan Tanjung Penyu,” ucap pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Selain wilayah pantai selatan, dia mengatakan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) juga menjadi favorit wisatawan. Bahkan banyak wisatawan yang kehabisan jeep di Tumpang maupun Poncokusumo. Sehingga mereka tidak bisa mengejar matahari terbit yang menjadi salah satu daya tarik Gunung Bromo. (yun/dan).
Editor : Mahmudan