Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Proposal Proyek Drainase Soehat Kurang Perizinan

Fathoni Prakarsa Nanda • Minggu, 15 September 2024 | 00:00 WIB

 

TERJANG BANJIR: Mobil BPBD Kabupaten Malang melintas di jalan yang tergenang air di Desa Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan beberapa waktu lalu. (BPBD FOR RADAR MALANG)
TERJANG BANJIR: Mobil BPBD Kabupaten Malang melintas di jalan yang tergenang air di Desa Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan beberapa waktu lalu. (BPBD FOR RADAR MALANG)

MALANG KOTA – Penyebab belum disetujuinya bantuan pemerintah provinsi untuk proyek pembangunan drainase jalan Soekarno-Hatta (Soehat) akhirnya terungkap.

Proposal yang diajukan Pemkot Malang ternyata belum lengkap.

Salah satunya terkait perizinan.

Informasi itu diungkapkan Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan kemarin (13/9).

Setelah mendengar kendala dalam pengajuan bantuan pembangunan drainase dari dinas terkait, Iwan langsung melakukan komunikasi dengan provinsi

”Kebetulan yang di provinsi merupakan mitra saya saat bertugas di kementerian dalam negeri. Saya diberi kabar ada berkas yang kurang lengkap. Contohnya perizinan ke PT Telkom,” ujar Iwan.

Menurutnya, izin itu diperlukan karena drainase dibangun di tepi jalan.

Bisa dipastikan bakal sedikit mengganggu tiang listrik maupun tiang milik PT Telkom.

Karena itu, perlu pemberitahuan dan perizinan pembangunan drainase kepada pihak-pihak terkait.

Iwan berjanji segera melengkapi kekurangan berkas permohonan bantuan.

Targetnya, akhir Desember sudah lengkap.

Dia juga berharap awal tahun depan sudah ada kejelasan bantuan dana dari Pemprov Jatim.

Sedangkan pengerjaan fisik bisa dilakukan akhir 2025 atau awal 2026.

”Di kawasan itu juga dilintasi saluran irigasi primer Sengkaling (Kabupaten Malang). Sehingga membutuhkan peningkatan jaringan agar kapasitasnya bisa menampung air hujan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Julhardjanto menambahkan, pembangunan saluran drainase utama (main drainage) direncanakan sepanjang 1.841 meter.

Jika ketersediaan dana mencapai Rp 125 miliar, maka saluran itu bisa dibangun di median jalan.

Beda halnya jika anggarany ang dikucurkan hanya Rp 50 miliar.

Maka pembangunan drainase dilakukan di samping kiri dan kanan jalan.

”Kalau proyek ini terealisasi, akan banyak titik yang berkurang genangannya. Seperti di Jalan Kedawung dan Jalan Borobudur,” tandasnya. (adk/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Drainase #kurang #proposal #proyek #perizinan #soehat