MALANG KOTA - Keterisian kamar hotel di Kota Malang diprediksi meningkat pada dua bulan terakhir tahun ini.
Banyaknya event menjadi salah satu alasannya.
Dari estimasi awal, okupansi hotel diyakini bisa melebihi 70 persen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki mengatakan, beberapa hotel sudah mulai menawarkan berbagai event dan promo untuk menarik minat pengunjung.
”Beberapa juga sudah ada yang menerima reservasi untuk akhir tahun,” tuturnya.
Pihaknya optimistis okupansi hotel pada akhir tahun ini minimal berada di angka 70 persen.
”Tentu saja dengan didukung event kreatif dari pemerintah dan keadaan yang kondusif,” imbuhnya.
Sementara itu, General Manager Ascent Premiere Hotel and Convention Yacob Nainggolan mengatakan, awal November ini okupansi di tempatnya sudah mencapai 77 hingga 80 persen.
”Kami usahakan bertahan di angka 80 persen hingga akhir tahun,” kata dia.
Sementara itu, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, tingkat hunian hotel di Kota Malang pada bulan September 2024 sebesar 57,33 persen.
Dengan rincian, hotel berbintang 66,33 persen dan hotel non-bintang 28,78 persen.
Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifudin mengatakan, rata-rata tamu menginap 1,52 hari.
Dengan komposisi tamu hotel paling banyak ditempati wisatawan lokal mencapai 94,76 persen.
Sisanya merupakan tamu mancanegara.
Apabila melihat tren peningkatan tamu hotel pada bulan November dan Desember 2023, Umar menyebut okupansi hotel di Kota Malang bisa mencapai 77 persen pada akhir tahun ini.
”Karena semakin banyak pilihan tempat wisata di Malang Raya, dan umumnya menginap di Kota Malang,” ungkap Umar. (dur/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana