MALANG KOTA - Kuota rumah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah subsidi diharapkan bertambah tahun depan.
Itu karena kuota tahun ini kuota rumah subsidi sebanyak 200.000 unit sudah habis sebelum akhir tahun.
Ketua Real Estate Indonesia (REI) Malang Suwoko mengatakan, kuota ideal untuk rumah subsidi seharusnya di atas 300.000 unit.
Sementara untuk tahun ini hanya tersedia sekitar 200.000 unit.
Karena keterbatasan kuota tersebut, banyak permintaan yang belum dapat terpenuhi.
”Kuota rumah subsidi tahun ini sudah habis, pada hal permintaan sangat tinggi. Kami berharap pada tahun depan, pemerintah dapat menambah kuota rumah subsidi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Suwoko.
Selain penambahan kuota rumah subsidi, Suwoko mengatakan, pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI beberapa waktu lalu, juga membahas beberapa langkah strategis untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan 3 juta rumah.
Di antaranya adalah memanfaatkan aset negara yang dapat digunakan untuk pembangunan rumah rakyat.
Menurutnya beberapa potensi yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung program tersebut.
Di antaranya ialah pemanfaatan tanah sitaan.
”Tanah yang disita oleh instansi seperti Kejaksaan Agung (Kejagung), Kementerian Hukum dan HAM, atau KPK dapat digunakan untuk pembangunan rumah subsidi atau bahkan dibagikan secara gratis,” tuturnya.
Selain itu juga tanah-tanah yang tidak terpakai dari Perhutani, BUMN, atau yang memiliki status HGU yang tidak diperpanjang dapat dijadikan lokasi untuk pembangunan rumah subsidi.
”Yang paling penting yakni mempercepat dan mempermudah proses perizinan,” ungkapnya.
Suwoko juga mengatakan bahwa kemudahan akses pembiayaan dari perbankan juga dibutuhkan, khususnya untuk rumah subsidi.
”Agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses rumah yang terjangkau,” imbuhnya. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana