Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

6.500 Siswi SMP Dapat Jatah Vaksin HPV

Fathoni Prakarsa Nanda • Sabtu, 21 Desember 2024 | 19:05 WIB
LAUNCHING: Petugas medis menyuntikkan vaksin HPV ke salah  satu siswi di SMP Negeri 3 Malang  kemarin (20/12).
LAUNCHING: Petugas medis menyuntikkan vaksin HPV ke salah satu siswi di SMP Negeri 3 Malang kemarin (20/12).

MALANG KOTA – Kanker leher rahim atau serviks menjadi penyebab kematian nomor dua paling banyak pada perempuan.

Untuk mencegah kanker serviks, pemerintah mulai memberikan vaksin Human Papilloma Virus (HPV) kepada anak-anak perempuan.

Di Kota Malang, terdapat 6.500 siswi SMP yang mendapat jatah vaksin HPV mulai kemarin (20/12).

Pemberian vaksin HPV sudah masuk dalam Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Kanker Serviks pada 2023-2030.

Sasarannya adalah anak anak perempuan usia 11, tahun, 12 tahun, dan 15 tahun.

Untuk Kota Malang, pemberian vaksin HPV sebenarnya sudah berlangsung sejak 2022.

Pelaksanaannya bersamaan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Namun, yang menjadi sasaran baru 9.858 anak perempuan di kelas 5 SD dan 6 SD.

Kemarin, pemkot meluncurkan vaksinasi khusus HPV untuk siswi SMP.

Pada tahap awal mereka menyalurkan 1.009 dosis. Penyaluran di lakukan di seluruh kecamatan.

”Misalnya di Kecamatan Klojen, ada empat sekolah yang menjadi tempat vaksinasi. Yakni SMPN 3 Kota Malang, SMPN 5 Kota Malang, SMPN 6 Kota Malang, dan SMPN 1 Kota Malang. Vaksinasi dilakukan terhadap 587 siswi,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif.

Sementara itu, Kecamatan Lowokwaru menyasar 81 siswi, Kecamatan Blimbing 145 siswi, Kecamatan Sukun 45 siswi, dan Kecamatan Kedungkandang 151 siswi.

Selanjutnya, sebanyak 5.491dosis akan didistribusikan secara bertahap kepada para siswi yang lain.

Proses penyaluran diperkirakan selesai pada Februari 2025.

“Kami berharap program vaksin ini bisa mempersiapkan anak-anak perempuan saat nanti menjadi ibu dan berkeluarga,” terang Husnul.

Angka kasus kanker serviks di Kota Malang memang masih cukup tinggi.

Pada saat dilakukan skrining pada 25 26 November lalu, ditemukan 38 perempuan dewasa yang positif terjang kit.

Mereka harus menjalani terapi agar tidak sampai menyebar.

Sementara itu, launching vaksinasi HPV di SMPN 3 Kota Malang kemarin dihadiri sejumlah pimpinan instansi.

Di antaranya Kapolresta Malang Kota Kombespol Nanang Haryono hingga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana.

Salah seorang pelajar SMPN 3 Kota Malang Ataya Naurah Nafisah mengatakan, sebelumnya dia sudah pernah mendapat vaksin saat SD.

Lalu kini dia kembali menjalani vaksin HPV.

”Kalau dari penjelasan para guru, vaksin ini penting. Jadi saya ikut saja. Saya dan teman teman juga merasa perlu mendapatkan pemahaman lebih dalam soal kanker serviks,” kata pelajar kelas 9 SMP tersebut. (mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#perempuan #kanker serviks #Vaksin Human Papillomavirus (HPV) #Kota Malang