Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Per Tahun, Pemkot Malang Bina 20 Orang Terlantar hingga Pengemis

Bayu Mulya Putra • Minggu, 12 Januari 2025 | 02:00 WIB
Sejumlah pengemis berkumpul di Jalan Merdeka Selatan, kemarin. Tiap hari Jumat, mereka biasa mangkal di depan Masjid Jami’
Sejumlah pengemis berkumpul di Jalan Merdeka Selatan, kemarin. Tiap hari Jumat, mereka biasa mangkal di depan Masjid Jami’

MALANG KOTA - Upaya menjaga ketenteraman di ruang publik terus dilakukan pemkot Malang.

Salah satunya dengan menertibkan dan membina sejumlah orang.

Seperti anak jalanan, gelandangan, pengemis, hingga ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

Setiap tahun, rata-rata ada 20 orang yang dibina pemkot.

Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Wahyu Setiawan mengatakan, pembinaan dilakukan setelah ada penertiban oleh Satpol PP.

”Jadi kalau terjaring Satpol PP, biasanya akan dikirimkan ke shelter kami,” kata dia, kemarin (10/1).

Ada tiga shelter yang biasanya menampung warga binaan.

Yakni Tuna Wisma Karya di Kecamatan Sukun untuk orang-orang terlantar.

Kemudian, Pondok Lansia di Kecamatan Lowokwaru untuk lansia yang masih potensial.

Satu lagi, Camp Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) asesmen di Kecamatan Kedungkandang untuk ODGJ, anjal, serta gepeng.

Mereka yang dikirim akan direhabilitasi selama beberapa hari.

Jika masih satu kali terjaring, biasanya direhabilitasi selama sehari.

Kalau sudah dua kali, direhabilitasi selama tujuh hari.

Sementara kalau sudah lebih dari tiga kali akan dikirim ke UPT milik Dinsos Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo.

”Untuk yang dikirim ke shelter atau terjaring Satpol PP rata-rata adalah orang dari luar Kota Malang,” sebut Wahyu.

Seperti saat libur Natal dan Tahun Baru lalu, pemkot menggagalkan dropping dua truk anjal-gepeng dari Pasuruan.

Beruntung dropping tersebut dapat dicegah.

Mereka juga dikembalikan ke tempat asalnya.

Sementara untuk awal 2025 ini, dinsos baru menerima satu orang yang dikirim ke shelter.

Yakni satu ODGJ. (mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Pengemis #Kota Malang