MALANG KOTA – Sejak direvitalisasi pada 2018 lalu, Kajoetangan Heritage menjadi magnet bagi wisatawan.
Untuk menjaga animo kunjungan, pemkot bersiap melakukan penataan lagi.
Diawali dengan penyusunan desain awal revitalisasi.
Penyusunan desain awal atau pra-desain itu sudah bergulir sejak Desember 2024 lalu.
Melibatkan beberapa perangkat daerah terkait, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Pokdarwis Kajoetangan Heritage, hingga Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Kota Malang.
Ketua IAI Kota Malang Armudya Indra Permana mengatakan, dalam dua bulan terakhir pihaknya sudah melakukan beberapa pertemuan dengan pemkot.
Hasil nya, secara umum mereka ingin memaksimalkan kondisi Kajoetangan Heritage agar menjadi lebih baik lagi.
Salah satunya dengan melakukan desain ulang (re-design).
”Sasaran lokasi yang dire-design mulai zona satu sampai zona tiga,” kata dia, kemarin (13/1).
Ada beberapa komponen yang nanti dimasukkan.
Seperti kemudahan mengenali area.
Komponen itu berupa kelengkapan fasilitas di Kajoetangan Heritage.
Bisa dengan menambahkan bangku, papan informasi, pedestrian yang ramah disabilitas, gedung parkir, jalur sepeda, hingga fasilitas lain yang sesuai kebutuhan.
Komponen kedua adalah peningkatan kualitas kawasan dengan latar belakang sejarah.
Sebab, pihaknya ingin agar Kajoetangan Heritage tidak lepas dari nilai sejarah.
”Komponen lain adalah membuat Kajoetangan Heritage menjadi koridor yang mudah diakses,” terang Armudya.
Misalnya dengan menyediakan sarana transportasi publik yang terintegrasi.
Saat ini, Kota Malang sudah memiliki Bus Macito.
Ke depan, pihaknya mencoba mengakomodir sarana transportasi publik itu agar wisatawan bisa berkunjung.
Selain itu, juga ada rencana jangka panjang berupa penyediaan kantong parkir di koridor Kajoetangan.
Juga penyediaan jalur sepeda yang mumpuni.
”Termasuk sarana penitipan atau parkir sepeda yang aman,” imbuh dia.
Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan menambahkan, secara umum konsep revitalisasi yang sekarang sedang disusun dilatarbelakangi masukan dari masyarakat.
Yakni kondisi eksisting Kajoetangan Heritage yang semakin ramai.
Pihaknya ingin mengantisipasi animo masyarakat terhadap Kajoetangan Heritage.
Dengan demikian, Kajoetangan Heritage bisa semakin tertata dan menjadi ikon Kota Malang.
”Semoga bisa menjadi masterplan dan manajemen Kajoetangan Heritage untuk dapat ditindaklanjuti di kepemimpinan selanjutnya,” ucapnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang Dwi Rahayu menambahkan, konsep yang sedang disusun merupakan pembahasan awal.
Sehingga pihaknya belum memiliki gambaran terkait anggaran untuk revitalisasi.
Baca Juga: Wisatawan Kajoetangan Heritage Malang Melonjak Dua Kali Lipat
Pihaknya masih menunggu konsep revitalisasi rampung.
Baru bisa menentukan apakah revitalisasi dilakukan menggunakan CSR, APBD, atau bantuan dari pemerintah pusat.
”Kalau tahun anggaran 2025 kan sudah jalan. Jadi paling cepat di perubahan anggaran keuangan (PAK) 2025 atau APBD 2026,” terangnya.
Terpisah, Anggota Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI) Haris Wibisono berpendapat, perancangan revitalisasi Kajoetangan Heritage sebagai urban space perlu memahami konsep besar heritage.
Saat ini, di Kajoetangan Heritage didominasi elemen elemen pendukung saja, tapi melupakan elemen utama.
Elemen pendukung yang dimaksud Haris seperti hiasan, dekorasi, perabot, lampu jalan, dan bollard.
”Tapi pembentuk kawasan dalam hal ini bangunan belum disentuh dan belum ada tindakan yang dilakukan bagi pelestarian,” tegasnya. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana