Pemkot dan Dewan Ingin Dua Lantai, Paguyuban Pedagang Menolaknya
MALANG KOTA - Meski sudah beberapa kali bertemu, belum ada kesepakatan antara pedagang, Pemkot Malang, dan legislatif terkait desain revitalisasi Pasar Besar (Pabes).
Pemkot dan dewan ingin pasar dibangun dua lantai.
Sedangkan salah satu paguyuban pedagang tidak ingin ada perubahan jumlah lantai.
Dari informasi desain awal yang diterima Jawa Pos Radar Malang, bangunan Pabes setelah bakal memadukan nuansa heritage dan modern.
Bangunan akan didominasi warna putih.
Di awal, Pemkot Malang merancang Pabes berbentuk tiga lantai.
Itu artinya ada pengurangan satu lantai dari sebelumnya.
Namun, desain tersebut mengalami revisi.
Kemungkinan besar desain akhir hanya dua lantai saja.
Rancangan awal itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji.
Dia menyebut, perubahan dilakukan berdasar saran dari Balai Besar Cipta Karya Jawa Timur.
Pertimbangan Pabes hanya dibuat dua lantai untuk memudahkan akses masyarakat dan mengurangi biaya pembangunan.
”Saat ini pemkot masih mendesain ulang. Dari rancangan awal tiga lantai menjadi hanya dua,” terangnya.
Revisi rancangan yang dilakukan hanya pengurangan lantai saja.
Pemkot bersama dewan ingin mengembalikan wajah Pasar Besar seperti pada masa penjajahan Belanda.
Di mana ada dua gapura besar di bagian depan pasar.
Gapura tersebut akan berada di sisi kanan dan kiri.
Sedangkan untuk sentuhan modern, perbaikan dilakukan dengan peningkatan fasilitas.
Nanti, Pabes akan dilengkapi eskalator di setiap lantai.
Kemudian akan dibuat lebih ramah lingkungan atau green building.
Hanya saja, Bayu mengatakan, konsep itu masih ditentang salah satu paguyuban pedagang.
Sebab, dengan mengurangi lantai, artinya harus membongkar bangunan.
”Maka dari itu masih membutuhkan persetujuan pedagang. Kami akan membantu pemkot dalam hal sosialisasi ke pedagang,” jelas politisi PKS itu.
Sementara itu, Humas Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang (Hippama) Agus Priambodo menegaskan, pihaknya tidak ingin ada pengurangan lantai.
Menurutnya, lantai tiga dan lantai empat masih bisa digunakan untuk kegiatan lain.
Dia mencontohkan, lantai tiga bisa digunakan sebagai pusat jajanan dan makanan.
Serta untuk sentra penjualan handphone.
Sedangkan lantai empat bisa digunakan sebagai area perkantoran.
”Konsep yang kami usung tetap perbaikan, jangan sampai dibongkar. Lantai tiga dan empat masih bisa digunakan,” tandasnya. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana