MALANG KOTA – Selain diuji dalam hal kemampuan komunikasi, 24 kandidat Duta Hijab Radar Malang (DHRM) dewasa dan cilik diberi kesempatan unjuk bakat pada sesi talent show.
Di atas panggung Car Free Day (CFD) Jalan Ijen kemarin (16/2), mereka menampilkan keterampilan masing-masing.
Mulai bakat di bidang musik, storytelling, hingga melukis.
Para duta hijab tampil bergiliran mulai pukul 06.00. Kebanyakan menampilkan bakat menyanyi.
Namun ada juga yang piawai dalam seni pertunjukan, MC, storytelling menggunakan boneka, storytelling dengan beberapa bahasa, bela diri, serta bermain drum.
Menurut salah satu panitia pelaksana DHRM 2025 Gita Maulani, talent show merupakan bagian dari penilaian untuk menjadi duta hijab.
Ini menjadi tahun kedua bagi duta hijab dalam menampilkan bakat di CFD.
“Untuk talent show ini kami hanya memberi persiapan selama empat hari bagi finalis duta hijab,” ungkap Gita.
Dia menjelaskan, bakat yang ditampilkan duta hijab dewasa sudah disampaikan sebelumnya.
Sementara duta hijab cilik baru diketahui saat talent show.
Hal itu menjadi kejutan dan warna baru dalam seleksi DHRM 2025.
“Kami melihat animo pengunjung dalam menyaksikan talent show cukup tinggi. Terutama duta hijab cilik,” imbuhnya.
Bakat yang ditampilkan pada panggung talent show juga dinilai oleh tim juri.
Baik dari sisi penampilan maupun animo pengunjung CFD.
Dua finalis yang memiliki nilai tertinggi berhak menyandang best talent.
Satu duta hijab dewasa dan satu duta hijab cilik.
Sebelum mendapat predikat best talent, seluruh duta hijab juga akan menjalani karantina.
Karantina berlangsung selama empat hari mulai 17 Februari sampai 20 Februari di kantor Jawa Pos Radar Malang.
Salah satu finalis duta hijab dewasa bernama Alya Nabila Septiana mengatakan, dia melakukan live painting dengan gambar perempuan yang menggunakan hijab.
Live painting tersebut diiringi lagu berjudul Cantik dari Kahitna yang dibawakan sesama finalis DHRM 2025, yakni Kaysa.
Alya mengatakan, live painting dipilih atas saran dari senior di kampusnya di Universitas Islam Malang (Unisma).
“Apalagi saya juga sudah menekuni seni lukis sejak duduk di bangku TK,” sebut perempuan asal Kota Batu tersebut.
Sementara itu, salah satu finalis Duta Hijab Cilik yang bernama Aruna Qyara Tanika Widya menampilkan ventriloquist atau cerita menggunakan boneka bernama Shoca.
Dengan bahasa Jawa, siswi kelas 2 MIN 1 Kota Malang tersebut menceritakan kisahnya mengikuti duta hijab.
Qyara memilih menampilkan ventriloquist karena sudah biasa mengikuti storytelling.
Dia juga sering tampil di depan publik, seperti dai cilik hingga MC. (mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana