MALANG KOTA - Pengembang perumahan di Kota Malang masih menunggu road map program tiga juta rumah yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Hingga saat ini belum ada kepastian terkait program tersebut.
Terutama isu program rumah gratis untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Malang Dony Ganatha menyebut, banyak calon user yang menunggu kabar rumah gratis untuk MBR tersebut.
”Isunya kan satu juta rumah itu gratis dari yang tiga juta rumah,” tuturnya.
Beberapa wacana lain seperti penggunaan tanah sitaan hingga kenaikan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 800 ribu unit juga belum ada kejelasan.
”Kalau hanya isu saja malah membuat pengembang kerepotan,” kata dia.
Meski begitu, saat ini pengembang fokus untuk membangun rumah FLPP.
Tahun ini kuota FLPP sebanyak 300 ribu rumah.
Menurut Dony, berapa pun banyaknya kuota rumah subsidi tersebut, pasti akan habis diserbu masyarakat MBR.
Seperti kuota tahun lalu yang sudah habis tersalurkan pada pertengahan tahun.
FLPP diterima masyarakat dengan stimulus yang meringankan mereka seperti bunga KPR tetap (fix rate) hingga akhir tenor kredit dan uang muka yang terjangkau.
Geliat penjualan rumah masih bisa diharapkan dari beberapa stimulus.
Seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP), Penghapusan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk rumah MBR.
Untuk menjaga penjualan rumah tetap stabil, Dony berharap pemerintah tidak hanya menghadirkan wacana yang membuat masyarakat dan pengembang menunggu.
Namun, benar-benar merealisasikannya. (dur/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana