MALANG KOTA - Awal tahun ini menjadi tantangan bagi diler mobil.
Penjualan produk kendaraan roda empat merosot cukup tajam.
Yakni rata-rata mencapai 30 persen.
Adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah turut berdampak signifikan.
Baca Juga: Penjualan Mobil Baru Melonjak Signifikan di Kota Malang, Ternyata karena Kabar Kenaikan Pajak Ini
Masyarakat kini lebih cenderung menyimpan uangnya ketimbang memakainya untuk membeli barang tersier seperti mobil.
Sales Counter Mitsubishi Motors Sun Malang Rini Setyowati mengatakan, penurunan terjadi pada bulan lalu.
Dari target 53 unit, hanya ada 37 unit yang terjual.
Pada tahun-tahun sebelumnya, saat Ramadan seperti saat ini terjadi peningkatan penjualan.
Baca Juga: Penjualan Mobil Jenis SUV Perlahan Terkerek, Begini Performa Penjualan Mitsubishi XForce di Malang
Namun Ramadan tahun ini justru menurun.
”Dulu kalau mau Lebaran banyak yang beli mobil baru, sekarang beda,” tutur Rini.
Di tengah situasi perekonomian yang tidak stabil, pihaknya masih belum dapat memastikan kapan akan terjadi pertumbuhan penjualan.
Rini akan memaksimalkan cara lain agar penjualan tetap stabil sampai akhir 2025.
”Kalau dilihat dari awal tahun saja sudah jauh dari tahun lalu,” ungkapnya.
Selama 2024, setiap bulannya masih dapat menjual 50 unit lebih.
Padahal saat itu, kata Rini, masih masa Pilpres dan Pilkada.
Namun penjualan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Malang Terdampak Efisiensi Anggaran
Sementara untuk tipe mobil yang banyak dijual yakni Mitsubishi Xpander dengan harga Rp 300 jutaan.
Sementara mobil dengan harga Rp 400 juta ke atas cukup lesu seperti X-Force dan Pajero Sport.
Sementara itu, penjualan mobil Honda terbilang masih stabil seperti 2024.
Sales Manager Honda Mandalasena Sutoyo Daniel Devis menjelaskan, per bulan ada sekitar 50-60 unit terjual.
Baca Juga: Dana Hasil Efisiensi Anggaran APBD Kabupaten Malang Tak Mengalir ke MBG
Namun dia mengakui setiap masuk bulan Ramadan, penjualan mobil memang mengalami penurunan.
Itu karena masyarakat lebih banyak menggunakan uangnya untuk kebutuhan lain yang lebih utama.
”Kami optimistis ada kenaikan setelah Idul Fitri nanti,” ungkapnya (dur/adn)
Editor : A. Nugroho