Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga Bulan, 110 Resto dan Kafe Anyar Beroperasi di Malang

Bayu Mulya Putra • Rabu, 23 April 2025 | 20:08 WIB

 

JUMLAHNYA MENINGKAT: Salah satu kafe baru di koridor Kajoetangan beroperasi sejak beberapa waktu lalu. Kawasan itu menjadi favorit para pengusaha (SATRIA CAHYONO / RADAR MALANG).
JUMLAHNYA MENINGKAT: Salah satu kafe baru di koridor Kajoetangan beroperasi sejak beberapa waktu lalu. Kawasan itu menjadi favorit para pengusaha (SATRIA CAHYONO / RADAR MALANG).

MALANG KOTA - Bisnis di sektor kuliner terus tumbuh.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang mencatat, sejak Januari hingga Maret lalu ada 110 restoran dan kafe baru yang telah terdaftar sebagai Wajib Pajak (WP).

Kepala Subbidang Pajak Daerah II Bidang Pajak Bapenda Kota Malang Ramdhani Adhy Perdana mengatakan, jumlah itu mencerminkan tingginya minat pelaku usaha untuk berinvestasi di sektor makanan dan minuman.

Baca Juga: Sugeng Rawuh, Resto Makanan Jawa di Malang dengan Sentuhan Modern dan Interior Super Estetik

Dengan adanya WP baru tersebut, saat ini total WP Restoran dan Kafe di Kota Malang sebanyak 3.013.

Hampir seluruh restoran dan kafe baru tersebut berlokasi di pusat kota dan dekat dengan area pendidikan.

”Mayoritas di Kecamatan Klojen dan Kecamatan Lowokwaru,” kata dia.

Adhy mengakui, potensi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makanan dan minuman atau pajak restoran masih besar dan akan terus bertambah tahun ini.

Baca Juga: Dolce Signora, Resto Italia Otentik di Malang yang Wajib Dikunjungi Pecinta Pizza

Untuk itu, pihaknya menggencarkan sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku usaha baru agar mendaftarkan diri sebagai WP.

Hingga akhir 2025, Pemkot Malang menarget PAD dari PBJT makanan dan minuman sebesar Rp 163,4 miliar.

Hingga 22 April 2025, sudah terealisasi Rp 55,7 miliar, atau 34,11 persen dari target.

Di tempat lain, Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Kota Malang, Indra Setiyadi mengatakan, pertumbuhan jumlah restoran dan kafe baru memang terasa dalam beberapa bulan terakhir.

Geliat sektor kuliner di Kota Malang tersebut tak lepas dari meningkatnya jumlah mahasiswa dan wisatawan yang beraktivitas di Kota Malang.

Menurut dia, pemilik usaha restoran juga harus lebih kreatif dan adaptif dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Inovasi menu, konsep tempat yang menarik, hingga strategi pemasaran menjadi kunci untuk menarik konsumen.

Terutama untuk kalangan anak muda yang kini mendominasi pasar di Kota Malang.

”Persaingan sekarang bukan hanya soal rasa, tapi juga soal pengalaman. Pelaku usaha harus bisa menciptakan daya tarik yang membedakan usahanya dengan yang lain,” tambahnya. (dur/by)

Editor : A. Nugroho
#Apkrindo #pajak restoran #Kota Malang #Bapenda #kuliner malang #kafe malang #Resto