MALANG KOTA - Ujian kompetensi dasar (UKD) berlangsung serentak mulai kemarin (5/5).
Pada hari pertama, pelaksanaan ujian untuk pelajar SD itu terpantau lancar.
Hanya ada dua pelajar dari dua sekolah yang izin tidak masuk karena kecelakaan dan sakit.
Baca Juga: Sekolah di Malang Mulai Siapkan Siswa Hadapi UKD
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim menjelaskan, pelaksanaan UKD bakal berlangsung dua hari.
Kemarin, jadwalnya ujian literasi dengan jumlah 40 soal.
Kemudian hari ini jadwalnya ujian numerasi.
Di dalam ujian numerasi, ada 30 soal yang harus dikerjakan pelajar.
Baca Juga: Jelang Ujian Kompetensi Daerah, Disdikbud Bakal Genjot Numerasi Siswa SD di Kota Malang
”Satu hari, setiap sekolah menggelar dua sesi UKD. Setiap sesi berlangsung selama dua jam,” imbuh pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.
Untuk siswa yang tidak bisa ikut UKD pada 5 dan 6 Mei akan mengikuti UKD susulan.
”Jadwal ujian susulannya berlangsung tanggal 15 Mei dan 16 Mei,” terang dia.
Lebih lanjut, Adhim menyebut kalau pada hari pertama kemarin UKD berjalan lancar.
Ada 14 ribu siswa dari 195 SD yang mengikutinya.
Adhim memastikan tidak ada keluhan gangguan server.
Disdikbud kemarin juga sempat memantau pelaksanaan UKD di tiga sekolah.
Yakni SD Negeri Purwantoro 1, SD Negeri Lowokwaru 2, dan SD Negeri Lowokwaru 3.
Para pengawas SD di tingkat kecamatan juga turut melakukan pemantauan.
Baca Juga: Intip Strategi Jitu Hindari Gugup Mengerjakan Soal Ujian dari Peserta SNBT UM 2025
Adhim berharap, para siswa bisa mengerjakan seluruh soal dengan baik.
Sebab, hasil UKD akan digunakan untuk Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 untuk jalur prestasi.
Terpisah, Kepala SD Kauman 2 Muhammad Yasin Kurniawan menyatakan bahwa pelaksanaan UKD di tempatnya berjalan lancar.
Tidak ada siswa yang absen.
Baca Juga: Mendikdasmen Ungkap Ujian Nasional Kembali Diberlakukan di 2026, Ini Alasannya
Total, ada 52 siswa yang mengikuti UKD.
Mereka dibagi dalam dua sesi.
Demi mempersiapkan UKD, pihaknya mengikuti seluruh petunjuk teknis (juknis).
Kemudian menunjuk operator dan membagikan kartu ujian kepada siswa.
”Persiapan lain yang kami lakukan sebelum UKD adalah memberikan pelajaran tambahan sebanyak dua sampai tiga kali dalam sepekan,” kata Yasin.
Dia berharap seluruh persiapan yang sudah dilakukan bisa membantu siswa dalam mencapai prestasi maksimal.
Pihaknya menargetkan ada 30 persen siswa yang bisa diterima di jalur prestasi. (mel/by)
Editor : A. Nugroho