MALANG KOTA - Pembangunan drainase di Jalan Soekarno Hatta (Soehat) masuk tahap persiapan. Pekan ini mulai dilakukan pembongkaran utilitas seperti kabel dan reklame. Dimulai dari area di depan Politeknik Negeri Malang (Polinema) hingga Jalan Candi Panggung.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, sebuah reklame permanen di depan Taman Krida Budaya Jawa Timur dibongkar sejumlah pekerja, kemarin. Selain itu, pekerja terlihat melepas kabel di depan Politeknik Negeri Malang (Polinema). Ada juga barrier yang mulai dikumpulkan di titik tersebut.
Kepala Satpol PP Kota Malang Heru Mulyono menuturkan, pembongkaran dilakukan secara mandiri oleh pemilik baliho dan kabel. Pihaknya sudah memberikan surat pemberitahuan sejak beberapa bulan lalu. Hingga Agustus ini, ada utilitas yang belum dibongkar.
Untuk itu, saat ini telah dipasang papan peringatan. Meminta pemilik utilitas segera menertibkan peralatannya sendiri. ”Kami sudah memberikan surat pemberitahuan sebanyak tiga kali. Sekarang sudah ada papan peringatan di lokasi,” ujar Heru.
Belum ada target waktu yang ditentukan untuk pembongkaran utilitas. Satpol PP Kota Malang akan berkoordinasi lagi dengan Pemprov Jatim. ”Kami sementara telah mendapat kesanggupan dari pemilik utilitas, ada yang minta (waktu) beberapa hari. Nanti tapi ada limit waktunya,” tutur pria yang pernah menjabat kepala dinas perhubungan (dishub) itu.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menuturkan, untuk sementara belum ada rencana rekayasa lalu lintas. Pihaknya akan menempatkan personel untuk mengurai kepadatan di sepanjang Jalan Soehat. ”Kami hanya menempatkan personel, minimal nanti empat personel dikali tiga shift. Itu setiap hari selama pekerjaan berlangsung, tugasnya khusus mengurai kemacetan,” jelas Jaya.
Seperti diketahui, selain kawasan bisnis, Soehat merupakan area perguruan tinggi. Kepadatan cukup tinggi terjadi karena ada mobilitas dari mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) dan Polinema. Kemacetan sering terjadi dari arah selatan ke utara, atau menuju Jembatan Soehat.
Untuk arah utara ke selatan terbilang ramai lancar. Namun dengan pembangunan drainase, kemungkinan macet akan terjadi di dua ruas jalan. ”Sementara ini belum ada rekayasa khusus. Nanti akan ada pemasang barrier. Agar pelaksanaan proyek tetap berjalan aman,” pungkas Jaya. (adk/by)
Editor : A. Nugroho