MALANG KOTA – Momentum HUT Ke-80 RI membawa rezeki tersendiri bagi pelaku industri batik. Salah satunya adalah Batik Blimbing Malang. Mereka sudah membuat batik merah putih dengan aneka motif untuk menyambut kemerdekaan sejak Juli lalu.
”Sampai sekarang kami sudah menjual sekitar 150 batik merah putih,” ungkap salah seorang pemilik Batik Blimbing Malang, Aulya Rishmawati, kemarin (14/8). Jenis batik merah putih yang djual ada yang berupa batik tulis, batik cap, hingga kombinasi.
Aulya bersama timnya membuat batik merah putih dengan berbagai motif. Seperti motif topeng, Balai Kota Malang, Alun-Alun Tugu, teratai, hingga bantengan. Menurut Aulya, motif bantengan dibuat atas usul Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang.
Menurut Aulya, pembuatan batik merah putih sama dengan batik pada umumnya. Hanya berbeda warna saja. Dalam menciptakan warna merah putih, dia menggunakan pewarna sintetis. Sayangnya, Aulya tak bisa memproduksi bati merah putih dalam jumlah banyak.
Alasannya, karena prosesnya masih manual. Dia hanya dibantu 12 orang saja. Selanjutnya kain batik itu dijual sesuai kebutuhan. Kebanyakan untuk kebutuhan seragam dari instansi pemerintah atau warga lokal Kota Malang.
Harga batik merah putih sama dengan batik lain. Untuk jenis cap mulai dari Rp 175 ribu. Sementara kombinasi berkisar di harga Rp 275-500 ribu. ”Namun kebanyakan klien memesan batik dengan harga Rp 175 ribu sampai Rp 300 ribu untuk seragam,” imbuh Aulya.
Selain batik merah putih, pihaknya juga menjual batik dengan warna lain. Batik dengan warna lain memiliki peminat hingga ke luar daerah. Bahkan tahun ini ada peningkatan pemesanan hingga 20 persen. (mel/dre)
Editor : A. Nugroho