MALANG KOTA - Semarak peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 juga berlangsung di lingkungan Pemkot Malang. Sejak Rabu (20/8) sampai kemarin (22/8), para aparatur sipil negara (ASN) adu ketangkasan dalam lomba 17 Agustus. Lomba yang digelar pun bernuansa tradisional.
Pada hari pertama, perlombaan digelar di Lapangan Mini Soccer Stadion Gajayana Malang. Kemudian pada hari kedua sampai ketiga di halaman Balai Kota Malang. Lomba yang digelar juga bermacam-macam. Seperti balap karung, sunggi tempeh, dan memasukkan paku dalam botol.
Juga ada lomba memindahkan air menggunakan sarung dan makan kerupuk secara berpasangan menggunakan joran pancing.
Kemudian pada hari terakhir, ada lomba Senam Tahes Mbois Jumat (STMJ). Saat lomba senam, para peserta wajib menggunakan pakaian bernuansa merah dan putih. Ada juga yang menggunakan pernakpernik tradisional seperti jarik hingga hiasan kepala.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, lomba itu digelar untuk mempererat sinergi antar-instansi. ”Para aparatur di berbagai perangkat daerah dan DPRD pun kami ajak untuk mengikuti lomba,” kata dia.
Kegiatan itu, lanjut Wahyu, juga digelar agar para ASN bisa bernostalgia dan mengingat tradisi pada zaman dulu. Selain itu, ada STMJ yang sudah rutin digelar setiap Jumat.
Wahyu berharap momen Kemerdekaan RI tidak hanya dirayakan di lingkungan pemerintah. Namun juga di masyarakat. ”Kami di sini kompak dan guyub bersama. Rasanya senang sekali. Inginnya ada kegiatan begini rutin untuk mengurangi stres,” pungkas dia. (mel/by)
Editor : A. Nugroho