Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Siapkan Penghijauan setelah Drainase Soehat Rampung

A. Nugroho • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 20:49 WIB
PERSIAPAN AKHIR: Pemotongan pohon di jalur pembangunan drainase Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) dilakukan Kamis malam (21/8). Proses itu sudah dimulai sejak Senin lalu (18/8).
PERSIAPAN AKHIR: Pemotongan pohon di jalur pembangunan drainase Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) dilakukan Kamis malam (21/8). Proses itu sudah dimulai sejak Senin lalu (18/8).

MALANG KOTA- Proyek drainase Soekarno-Hatta (Soehat) terus dipersiapkan. Setelah merapikan reklame, kini persiapan mengarah pada pemotongan pohon. Kegiatan itu telah dimulai Senin lalu (18/8). Diperkirakan butuh waktu dua hingga tiga minggu untuk menyelesaikannya. Tim Teknis Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur Bagus Akbar menerangkan, pemotongan pohon itu dilakukan agar pengerjaan drainase berjalan lancar.

Sebab, pembangunan jaringan baru lebih besar dibanding yang lama. Sehingga, membutuhkan perluasan lahan dengan pemotongan pohon.

”Setelah pohon selesai, selanjutnya baru dilaksanakan pengerjaan drainase,” terang dia. Bagus menyampaikan, pemotongan itu tak hanya dilakukan untuk memperlancar proyek drainase. Dari kajian pihaknya, lebih dari 50 persen pohon yang ada di depan Polinema hingga Jalan Candi Panggung tidak sesuai bila ditanam di jalan raya.

Seperti jenis pohon palem dan karet. ”Dari 100, ada 60 persen yang tidak layak ditanam di jalan raya. Kami pastikan setelah dipotong, nanti akan ada penghijauan kembali di titik tersebut,” tutur Bagus. Ketidaksesuaian itu bergantung pada karakter pohon. Baik perakaran, batang, hingga ketinggiannya.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran menambahkan, penanaman pohon kembali sudah dirancang. Kampus Polinema menyiapkan ribuan bibit pohon. DLH juga menyiapkan 300 bibit pohon dengan ketinggian 10 meter.

”Setelah pengerjaan drainase selesai, kami akan langsung menanam pohon yang sudah disiapkan. Sehingga di lokasi itu tidak akan gersang,” tutur dia. Terkait sisa pohon yang ditebang, Raymond menyampaikan untuk daun dan ranting akan dikirim ke TPA Supit Urang dan dijadikan kompos.

Sedangkan, batang dari tanaman tersebut akan disimpan di Kantor DLH. Raymond menerangkan, pemotongan pohon dilakukan setiap hari mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Waktu malam hari dipilih untuk meminimalkan kemacetan lalu lintas.

”Tetapi kemarin (Kamis lalu) meskipun dimulai jam 10 malam, tetap saja macet di sana karena saat itu hujan juga. Kalau dilakukan siang hari tambah macet,” jelasnya. Selain kemacetan dan cuaca, tidak ada kendala berarti selama proses pemotongan pohon. ”Kami berharap sesuai target yang ditentukan, maksimal tiga pekan sudah selesai. Selanjutnya langsung dikerjakan drainasenya,” pungkas mantan Sekretaris Diskopindag Kota Malang itu. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#Drainase #pemotongan pohon #proyek #Polinema