MALANG KOTA - Selain pos polisi, beberapa perangkat lalu lintas milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang juga mengalami kerusakan akibat demo pada pekan lalu. Barang yang mengalami kerusakan di antaranya barrier, rambu lalu lintas, dan lampu merah. Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra memastikan bakal segera melakukan perbaikan terhadap peralatan yang rusak.
Utamanya pada lampu merah dan rambu-rambu. Dishub akan mengupayakan perbaikan pada tahun ini. Jaya menuturkan, pihaknya akan mengusulkan penggantian dan perbaikan alat dalam APBD Perubahan 2025. Kebetulan, Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang tengah membahas perubahan anggaran tersebut.
”Pengajuan ini kami pandang mendesak, karena berhubungan dengan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya. Dari usulan anggaran Rp 600 juta yang disampaikan pihaknya, biaya penggantian lampu merah lah yang paling mahal. Hasil dari pendataan dishub, lampu merah di pertigaan Hotel Savana mengalami kerusakan berat.
”Lampu merah itu merupakan perangkat lalu lintas yang bersuar. Karena itu biaya penggantiannya paling mahal,” terang Jaya. Dari pantauan wartawan koran ini, lampu merah di Hotel Savana sempat tidak berfungsi. Mulai Jumat (29/8) hingga Minggu (31/8).
Kemarin, alat tersebut masih menyala meski terlihat tidak maksimal. Cahaya dari lampu merah cukup redup dan tiang terlihat penyok di beberapa sisi. ”Untuk APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) di Hotel Savana perbaikan dilakukan secara darurat. Sebelumnya kami melaksanakan rekayasa lalu lintas di sekitar sana,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jaya mengatakan, kerusakan cukup banyak terjadi pada perangkat tidak bersuar. Seperti barrier, baik besi maupun water barrier. Di simpang Universitas Brawijaya (UB), tercatat ada 10 unit barikade besi dan 35 unit water barrier yang rusak karena dibakar.
Di Jalan Bandung, ada 25 unit water barrier juga mengalami kerusakan serupa. Sementara di kawasan Jalan Semeru sebanyak 30 barikade besi dan 20 water barrier habis terbakar. Kerusakan lain juga ditemukan di Jalan Tenes. Satu tenda Dishub di Jalan Ijen yang biasa dipakai pos Car Free Day (CFD) juga rusak. ”Untuk rambu yang rusak ada enam unit,” imbuh Jaya.
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Akhdiyat Syabril Ulum akan mendengar penjelasan dari dishub sebelum menganggarkan dalam APBD Perubahan. Jika memang mendesak, dewan akan mendukung penambahan anggaran. ”Tentu nanti ada rapat komisi dan dishub. Kami akan bahas di sana,” kata dia. (adk/by)
Editor : A. Nugroho