Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Drainase Jadi Kunci Tangani Banjir, Pemkot Malang Garap 94 Titik Saluran dalam Tiga Tahun

A. Nugroho • Minggu, 5 Oktober 2025 | 20:35 WIB
DIKEBUT: Beberapa pekerja memasang box culvert di Ciptomulyo,  Kecamatan Sukun. pemasangan menggunakan alat berat
DIKEBUT: Beberapa pekerja memasang box culvert di Ciptomulyo, Kecamatan Sukun. pemasangan menggunakan alat berat

MALANG KOTA – Berkurangnya jumlah titik langganan banjir mengindikasikan bahwa masterplan drainase efektif. Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang getol membangun drainase. Dalam kurun tiga tahun, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang mencatat 94 titik drainase (selengkapnya baca grafis).

Analis Sumber Daya Air Bidang Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang Yocky Agus Firmanda mengatakan, pengerjaan jaringan drainase dilakukan secara bertahap. Pada 2023, pihaknya mengerjakan sekitar 35 titik drainase. Kemudian 2024 menuntaskan 34 titik drainase, lalu tahun ini diproyeksikan menuntaskan 25 titik. Lokasinya menyebar di lima kecamatan. ”Sejak 2023 sampai 2024 lalu, kami memperkirakan perkembangannya sudah menyentuh angka antara 21 persen sampai 30 persen drainase. Lalu tahun ini kami targetkan bisa menambah 16 persen,” jelas Yocky kemarin.

Bentuk pengerjaan drainase yang dilakukan berupa peningkatan kapasitas maupun pembangunan baru. Untuk peningkatan kapasitas, pihaknya fokus memperbaiki drainase yang rusak. Sementara pembangunan baru dilakukan untuk mengurai banjir di beberapa kawasan. Di antaranya pembangunan drainase di Jalan Bendungan Sigura-gura. Tujuannya mengurangi genangan di Jalan Bendungan Jati Luhur, Jalan Bendungan Bening, Jalan Bendungan Sengguruh, dan kawasan Klaseman.

Selain drainase di Jalan Bendungan Sigura-gura, juga ada pembangunan drainase di Jalan Cempaka Kuning. Upaya itu dilakukan untuk mengurangi genangan di Jalan Bungur, Jalan Mawar, Jalan Melati, dan Jalan Kedawung. Dua drainase tersebut masing-masing dibangun dengan ukuran panjang 500 meter.

”Dampaknya bisa dilihat di Jalan Mawar dan sekitarnya. Sekarang luapan air di sana jauh berkurang setiap musim hujan,” tegas Yocky.

Kendati membangun drainase baru, perawatan terhadap saluran lama juga tetap dilakukan. Sebab, saluran yang ada kerap tersumbat oleh sampah atau sedimen. Pada 2025, pihaknya juga melakukan pembangunan baru. Salah satunya berupa sudetan yang terintegrasi dengan drainase di Jalan Soekarno-Hatta yang sekarang sedang digarap. Sudetan sepanjang 700 meter itu berada di Jalan Candi Panggung, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru. Pengerjaannya dilakukan April lalu.

Jika drainase di Jalan Soekarno-Hatta dan sudetan sudah rampung, fungsi jaringan drainase di sekitar lokasi akan semakin optimal. Apalagi juga sudah ada Bozem Tunggulwulung di Jalan Angklung. ”Dengan jaringan yang ada, luapan air dari Sengkaling kiri bisa dipecah,” ucap Yocky.

Selama ini, luapan air hanya mengalir sepenuhnya ke kawasan Kemirahan dan monumen pesawat. Sementara melalui jaringan yang saling terhubung, bisa dipecah di sekitar kawasan Perumahan Permata Jingga. Air lalu menuju sudetan di Jalan Candi Panggung dan akhirnya mengalir langsung ke Sungai Brantas.

Namun pengerjaan seluruh jaringan drainase juga menyesuaikan anggaran. Pada 2025, anggaran pembangunan drainase hanya dijatah Rp 30 miliar. Itu disediakan untuk mengakomodasi kebutuhan dari 57 kelurahan. Baik yang diusulkan pemkot maupun masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) dan program pokok pikiran (pokir) dari DPRD Kota Malang. Besaran anggaran pada 2025 jauh berkurang dibanding 2024, Rp 59 miliar.

 

Salah satu drainase yang digarap tahun ini berada di Jalan Soekarno-Hata (Soehat). Pembangunannya diperkirakan akan menghabiskan biaya Rp 30,1 miliar. Namun sumber anggarannya tidak berasal dari APBD Kota Malang, melainkan APBD Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Humas Tim Teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur Bagus Akbar menerangkan, drainase Soehat sepanjang 1,4 kilometer. Pemasangan box culvert hingga awal Oktober ini sudah mencapai 100 meter. Itu artinya progres pengerjaan mencapai sekitar 10 persen.

Pengerjaan saluran dimulai dari sisi selatan, tepatnya kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema). Ujungnya bakal berada di Jalan Candi Panggung, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru. "Kami optimistis Desember depan sudah selesai. Sesuai kontrak. Agar bisa digunakan untuk meminimalkan genangan pada Januari 2026," kata Bagus.

Selama pengerjaan hingga Desember depan, PU SDA telah menyiagakan mesin pompa air. Ini digunakan untuk menyedot air dari saluran yang dikerjakan. Terkait dimensi drainase, box culvert yang dipasang memiliki lebar dan tinggi masing-masing 1,3 meter. Sedangkan panjangnya mencapai 3 meter. "Dengan dimensi itu, saluran drainase Soehat bisa menampungnya 13 kubik air per detik," papar Bagus.

Dia menyampaikan, drainase tersebut tak hanya mengurangi genangan di Soehat. Tapi beberapa daerah lain seperti Jalan Letjen Sutoyo dan Jalan Sulfat. "Dua kawasan itu masih satu aliran dengan Soehat," imbuhnya.

Grafis
Grafis

Pengerjaan Drainase Tiga Tahun Terakhir

Tahun 2023

 

Tahun 2024

 

Tahun 2025

 

Anggaran Pengerjaan Drainase

Tahun                         Alokasi

2023                            Rp 50 miliar

2024                            Rp 59 miliar

2025                            Rp 60 miliar (50 persen dari Pemprov Jatim)

 

 

 

Drainase Soehat

- Pemkot Malang membangun drainase sepanjang 1,4 kilometer di Jalan Soekarno-Hatta

- Anggaran yang disiapkan Rp 30,1 miliar

- Biaya ditanggung Pemprov Jatim

- Dimensi saluran drainase: panjang 1,3 meter, lebar 1,3 meter dan tinggi 3 meter

- Saluran drainase diproyeksikan menampung air 13 kubik per detik

Terkait kendala di lapangan, Bagus mengatakan, lebih karena banyaknya saluran pipa Perumda Tugu Tirta (sebelumnya disebut PDAM). Pengerjaan harus lebih hati-hati agar pipa tersebut tidak bocor. Sebab jika mengenai pipa PDAM dan bocor, risikonya pasokan air ke pelanggan PDAM mampet. ”Setelah pengerjaan rampung, nanti bekas pembangunan drainase kembali dihijaukan. Kami bersama pemkot bakal menyumbang pohon untuk penghijauan di Soehat," pungkas Bagus.(mel/adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#DPURPKP #Drainase #Pemkot Malang #malang