Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bank Perkreditan Rakyat Tugu Artha Terima Modal Bertahap per 2027

Aditya Novrian • Kamis, 30 Oktober 2025 | 18:01 WIB
BA HAS BERSA MA: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (tengah) mengikuti rapat paripurna pembahasan penyertaan modal untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tugu Artha, kemarin (29/10).
BA HAS BERSA MA: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (tengah) mengikuti rapat paripurna pembahasan penyertaan modal untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tugu Artha, kemarin (29/10).

MALANG KOTA – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tugu Artha bakal menerima tambahan modal segar senilai Rp 35 miliar. Dana penyertaan modal dari Pemkot Malang ini akan digelontorkan secara bertahap selama lima tahun mulai 2027 mendatang.

Rencana itu disampaikan Panitia Khusus (Pansus) Penyertaan Modal BPR Tugu Artha dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Malang, kemarin (29/10). Ketua Pansus Eko Herdiyanto menjelaskan, suntikan modal diberikan untuk memperkuat permodalan BUMD tersebut. Terutama dalam penyaluran kredit bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

”Selama ini masih banyak UMKM yang kesulitan mengakses pembiayaan. Dengan tambahan modal, BPR diharapkan bisa lebih agresif menyalurkan kredit,” ujarnya.

Eko menambahkan, penyertaan modal dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. Tahun pertama, misalnya, bisa dimulai dengan Rp 5 miliar. Lalu bertambah di tahun berikutnya hingga total mencapai Rp 35 miliar pada 2031. ”Besaran tiap tahun fleksibel, tergantung kemampuan APBD,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan, tambahan modal bukan sekadar penyelamatan BUMD, tapi strategi untuk meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). ”Selama ini rata-rata pendapatan bersih BPR Tugu Artha sekitar Rp70 juta per tahun. Dengan suntikan modal baru, kami targetkan bisa tembus ratusan juta,” ujarnya.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut baik keputusan DPRD tersebut. Menurutnya, penyertaan modal ini merupakan bentuk dukungan nyata legislatif terhadap penguatan ekonomi daerah.

”Sebelum bicara target pendapatan, saya akan fokus dulu pada peningkatan kinerja. Kalau kinerjanya baik, otomatis pendapatan juga meningkat,” terang Wahyu.

Dengan tambahan modal dan rencana ekspansi layanan tersebut, BPR Tugu Artha diharapkan mampu memperluas jangkauan kredit. Serta meningkatkan daya saing di tengah ketatnya persaingan perbankan lokal. (adk/adn)

Editor : A. Nugroho
#UMKM #Pansus #PAD #BPR