MALANG KOTA – Aktivitas investasi di Kota Malang diprediksi meningkat pada 2026. Pemkot menerima rencana pembangunan dua hotel baru dari investor yang sudah mengajukan pengembangan usaha sejak tahun ini. Salah satu proyek yang menonjol adalah rencana hotel bintang lima di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Soehat), Kecamatan Lowokwaru.
Kawasan tersebut memang lama menjadi incaran investor. Beberapa proyek serupa sebelumnya diarahkan ke area Blimbing, termasuk pembangunan hotel di koridor Jalan Ahmad Yani. Namun rencana itu tersendat karena ada keberatan dari warga sekitar sehingga proses perizinan tidak berjalan mulus.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang Arif Tri Sastyawan menyampaikan, ada dua pengajuan investasi hotel yang dijadwalkan mulai bergerak awal 2026. ”Selain rencana hotel bintang lima di Soehat, satu proyek lain diajukan untuk kawasan Kecamatan Kedungkandang,” ujar dia.
Menurut Arif, Soehat masih menjadi lokasi favorit bagi investor meskipun harga tanah melonjak. Kawasan itu dinilai strategis karena berada di koridor ekonomi kota, dekat perguruan tinggi, kuliner, dan memiliki akses yang mendukung.
Sementara rencana pembangunan hotel di Kedungkandang dianggap penting untuk memicu pertumbuhan kawasan timur Kota Malang yang selama ini kalah pesat dibanding Lowokwaru dan Klojen.
Jika kedua proyek berjalan, kontribusi investasinya disebut cukup besar. Satu hotel bintang lima saja diperkirakan dapat menyumbang nilai investasi mencapai Rp 500 miliar. Artinya, dua hotel itu diperkirakan mampu menyumbang investasi Rp 1 triliun.
”Selain itu, sektor ketenagakerjaan juga akan terdampak. Arif menegaskan pemerintah akan meminta investor mengutamakan pekerja dari Kota Malang,” terang Arif. Sekretaris Komisi A Harvard Kurniawan menilai investasi memang membawa dampak positif.
Tetapi pemerintah harus memastikan kebijakan perizinan tidak bertentangan dengan peraturan daerah atau menimbulkan masalah sosial di lingkungan sekitar. Ia mencontohkan kasus izin tempat hiburan malam yang pernah terbit meski lokasinya terlalu dekat dengan lembaga pendidikan.
Harvard menekankan pentingnya disiplin aturan. Menurut dia, investasi perlu difasilitasi, tetapi tetap harus mengikuti ketentuan agar tidak menimbulkan persoalan baru. ”Dengan masuknya dua rencana proyek hotel tersebut, arah investasi di Kota Malang pada 2026 diperkirakan bergerak lebih merata,” terang Harvard. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho