Rangkul Berbagai Instansi dan Komunitas untuk Saling Sinergi
MEWUJUDKAN komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat bukan perkara ringan. Beragam kelompok, kepentingan, dan dinamika publik membuat arus informasi kerap terputus di tengah jalan. Namun tantangan itu justru mampu dijembatani Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Jatim Pulung Chausar.
Di tangannya, pola komunikasi publik Pemprov Jawa Timur berjalan lebih responsif, terukur, dan merangkul banyak pihak. Pulung memastikan hubungan pemerintah dengan publik selalu berada di jalur yang transparan.
Ia tak pernah absen memantau alur komunikasi agar pesan pemerintah mudah dipahami dan sekaligus menjadi ruang untuk mendengar aspirasi masyarakat. ”Strategi komunikasi yang kami jalankan tentu untuk membangun branding Jawa Timur secara konsisten, berkelanjutan, dan berdampak,” ujarnya.
Menurut Pulung, keberhasilan mengelola biro humas tidak lahir dalam semalam. Perbaikan internal serta peningkatan kapasitas SDM komunikasi pemerintah menjadi fondasi yang terus dikuatkan. Setiap strategi yang diterapkan juga harus adaptif terhadap perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Karena itu, baginya kualitas komunikasi publik adalah modal utama untuk memperkuat kepercayaan warga kepada pemerintah. Pendekatan pentahelix menjadi fokus kerja Biro Adpim.
Sinergi lintas unsur mulai pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMD, hingga komunitas rutin digelar melalui pertemuan koordinasi dan forum komunikasi humas se-Jawa Timur. Tujuannya, memastikan pesan pemerintah sampai secara seragam dan tepat sasaran.
”Ada juga agenda tahunan Festival Masyarakat Komunikasi, yang menggabungkan semua lapisan masyarakat untuk pelatihan,” lanjutnya. Mulai pelatihan kehumasan, peningkatan literasi informasi, hingga sosialiasai program pemerintah.
Dengan pola ini, ia menegaskan, setiap program dapat diterima publik lebih maksimal karena disampaikan dengan metode komunikasi yang baik, profesional, dan mudah diakses masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi digital, Pulung meyakini peran humas pemerintah harus makin strategis. Bukan hanya menyampaikan pesan, tetapi juga membangun ruang dialog yang sehat. Tujuannya satu, masyarakat merasakan manfaat nyata dari komunikasi publik yang dikelola dengan profesional. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho