Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Distribusi Interactive Flat Panel ke Sekolah-sekolah di Kota Malang Baru Capai 50 Persen

Aditya Novrian • Jumat, 5 Desember 2025 | 17:07 WIB
Ilustrasi Distribusi
Ilustrasi Distribusi

MALANG KOTA – Program distribusi papan interaktif atau interactive flat panel (IFP) ke sekolah-sekolah di Kota Malang mulai terlihat progresnya. Dari total 655 lembaga pendidikan yang mengajukan, sebanyak 334 unit sudah diterima sekolah sejak pertengahan November. Sisanya masih dalam proses pengiriman.

IFP ini merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Untuk jenjang SD, sudah 107 sekolah menerima perangkat tersebut. Di jenjang SMP ada 77 lembaga, sementara jenjang TK/PAUD menjadi penerima terbanyak dengan 150 lembaga.

Kepala Seksi Pendidikan Dasar dan Menengah Disdikbud Kota Malang Muflikh Adhim menyampaikan bahwa 321 unit lainnya masih dalam proses distribusi. Ia berharap kehadiran perangkat baru itu dapat mengoptimalkan proses pembelajaran di kelas. ”Karena teknologinya masih baru, kami rutin menggelar pelatihan IFP untuk para guru,” ujarnya.

Pelatihan dibagi menjadi empat sesi dan diikuti guru dari jenjang TK, SD, hingga SMP. Materinya mencakup pengoperasian IFP sampai pembuatan modul belajar yang terintegrasi dengan perangkat tersebut.

Setiap sekolah mengirim satu guru sebagai perwakilan untuk mengikuti pelatihan. Nantinya, guru ini diharapkan menjadi operator sekaligus mentor bagi guru lain di sekolah. Pemanfaatan IFP diyakini mampu membuat pembelajaran lebih interaktif dan kolaboratif. Anak-anak lebih mudah memahami materi karena disajikan secara multimodal.

Mulai video, gambar, hingga akses internet dengan tampilan visual dan audio yang lebih baik. Guru pun bisa menyajikan presentasi yang lebih menarik sehingga suasana kelas lebih kondusif dan fokus belajar siswa meningkat.

Meski begitu, pemanfaatan IFP di setiap sekolah masih dilakukan secara bergantian karena jatah bantuan hanya satu unit per lembaga. ”Rata-rata sekolah memakai IFP secara terjadwal. Yang penting perangkatnya benar-benar dimaksimalkan untuk pembelajaran yang lebih mendalam,” jelas Adhim. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#IFP #malang #sekolah #kemendikdasmen