MALANG KOTA - Pengerjaan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehatt) ditarget rampung sebelum 25 Desember depan. Namun hingga Senin lalu (8/12), pengerjaan masih kurang 20 persen atau tersisa 260 meter.
Humas Tim Teknis Eksternal Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPU SDA) Jawa Timur Bagus Akbar memaparkan, total panjang drainase yang harus digarap 1.040 meter. Sementara yang tergarap hingga kini berkisar 1.040 meter. ”Yang sedang kami kebut adalah pemasangan boks culvert pada bagian yang belum tergarap,” kata Bagus kemarin.
Selain itu, dia mengatakan, juga akan dilakukan pembuatan inlet, yakni lubang yang berfungsi menangkap dan menyalurkan limpasan air ke drainase. Selanjutnya ada pengerjaan pembuatan outlet.
Yakni bagian drainase yang berfungsi mengalirkan air ke sungai. "Pada bagian outlet, kami buat seperti terjunan yang mengarah ke Sungai Brantas. Tujuannya agar air tidak menggerus fondasi jembatan Soehat," imbuh Bagus.
Selama penggarapan, pengerjaan sempat terkendala. Selain dinilai membuat arus lalu lintas terhambat, empat hari lalu juga ada bagian drainase yang amblas. Bagus menduga, amblesnya bagian drainase karena hujan dengan intensitas tinggi. "Namun oleh tim di lapangan langsung ditangani," tegasnya.
Agar lalu lintas tidak terhambat terlalu lama, pihaknya mempercepat pengerjaan. Pengerjaan tetap dilakukan tiga tim. Namun ada penambahan pekerja. Selain penambahan pekerja, pengerjaan drainase dilakukan setiap hari.
Guna mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas di area proyek, pihaknya menggandeng dinas perhubungan (dishub) Kota Malang dan Polresta Malang Kota. Polisi bertugas melakukan rekayasa lalu lintas seperti contra flow. Contra flow dilakukan setiap hari. Sebelumnya, contra flow hanya dilakukan pada hari Senin sampai Kamis.
Sembari menunggu pengerjaan rampung, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang untuk penataan pedestrian. "Kami sedang merencanakan, ke depan pedestrian di Jalan Soehat ditata seperti apa," sebut Bagus.
Namun, dia melanjutkan, pengerjaan penataan baru bisa dilakukan tahun depan. Untuk sementara setelah selesai dikerjakan, pedestrian masih dalam bentuk rabat beton dulu. Agar tidak terlihat kotor, DPU SDA Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang dalam pembersihan pedestrian sementara menggunakan water tank. (mel/dan)
Editor : A. Nugroho