MALANG KOTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengimbau sekolah menyetop penerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Imbauan itu khusus musim libur natal dan tahun baru (nataru). Meskipun begitu, pihaknya tidak akan melarang jika ada sekolah yang tetap menerima MBG.
Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana memaparkan, imbauan penghentian MBG selama libur nataru merupakan opsi yang dia tawarkan ke sekolah. Bagi sekolah yang mengharapkan MBG tetap lanjut, dia menyarankan perubahan menu. Bukan makanan basah seperti biasanya, tapi kue kering.
Pendistribusian tidak setiap hari, melainkan dua kali dalam seminggu. "Kami hanya menyarankan saja. Tidak ada imbauan tertulis,” ujar Suwarjana kemarin (24/12). ”Kalau bisa dihentikan dulu, misal masih ada yang menerima juga sah saja," tambahnya.
Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu mengungkap alasannya mengimbau sekolah tidak menerima MBG. Menurut dia, penyaluran MBG selama nataru tidak efektif lantaran siswa sedang berlibur.”Sehingga tidak mungkin mereka mengambil ke sekolah atau SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi),” kata dia.
Jika diantar ke rumah pun, dia melanjutkan, bisa saja tidak ada orang yang menerima. Dengan demikian, dia menyarankan sementara lembaga pendidikan meminta MBG bisa di-stop. Menurutnya, hal ini bukan berarti menu yang disediakan akan mubazir.
"Ketika ada beberapa sekolah yang meminta tidak menerima MBG, anggarannya SPPG tidak dicairkan untuk sekolah tersebut,sehingga masih aman, tidak menjadi mubazir," terang pria kelahiran Bantul itu.
Ditanya terkait jumlah sekolah yang tidak menerima MBG, pihaknya belum mengetahui angka pastinya. Saat ini timnya masih melakukan penghitungan berapa sekolah yang menghentikan MBG atau meminta mengubah menjadi kue kering saja.
Di lain pihak, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan Hariadi menjelaskan,sementara ini MBG masih berlangsung meski pada momentum libur Nataru.
Informasi itu didapat pihaknya dari koordinator SPPG se-Kota Malang. ”Namun hanya berupa makanan kering seperti roti, susu, telur, buah, dan protein nabati (kacang-kacangan, Red)," sebut Slamet.
Sementara pada momentum normal disuguhkan makanan utama yang terdiri atas nasi, lauk, sayur, buah, hingga susu. Dia menerangkan, ada 16 SPPG yang masih menyalurkan MBG. Sementara 23 SPPG lain masih belum beroperasi karena perizinan masih proses.
Dia menerangkan, mekanisme penyaluran MBG selama nataru berbeda dengan penyaluran ketika pembelajaran efektif. "Untuk momentum libur sekolah ini, SPPG memberikan menu paket MBG pada 22 Desember, 23 Desember, 24 Desember, 27 Desember, 29 Desember, dan 31 Desember," imbuh pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.
Sistem pengambilannya juga sedikit berbeda. Jika biasanya dari SPPG dikirimkan ke sekolah-sekolah, dibagikan langsung ke para pelajar, dan dimakan bersama-sama. "Kalau saat libur ini, siswa bisa mengambil menu MBG ke sekolah," pungkas Slamet. (mel/dan)
Editor : A. Nugroho