MALANG KOTA - Revitalisasi Alun-Alun Merdeka terus dikebut. Sebab, proyek itu ditarget selesai pada akhir Januari nanti. Sementara saat ini progresnya baru berjalan sekitar 50 persen.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, bagian yang belum dikerjakan seperti air mancur. ”Selain itu ada perbaikan lampu-lampu taman, penyelesaian bangunan-bangunan di empat sudut alun-alun, dan perapian di titik-titik lainnya,” sebut dia.
Pada bangunan-bangunan di empat sudut alun-alun, ada bagian bangunan yang diperkuat. Baru setelahnya dicat ulang. Sebab, selama ini kondisi bangunan sudah rapuh.
Sementara yang sudah dikerjakan seperti toilet. Jumlahnya tetap dua seperti sebelumnya. Namun ukurannya diperbesar karena ada tambahan berupa ruang laktasi. ”Selama ini ibu-ibu yang berkunjung sambil membawa anak sering bingung mencari tempat menyusui,” sambung Raymond.
Perbaikan lainnya seperti dilakukan di Skate Park. Lalu, dua playground yang materialnya diimpor dari Malaysia juga sudah dipasang. Selain fasilitas di alun-alun, pemkot menaruh atensi terhadap keberadaan pedagang kaki lima (PKL).
Menurut Raymond, jika sudah selesai direvitalisasi, alun-alun harus steril dari PKL. ”Buktinya selama revitalisasi ini kan tidak ada PKL. Seharusnya ke depan bisa steril dari PKL,” tutur Raymond.
Namun untuk kepastiannya, dia masih akan melakukan koordinasi dulu dengan perangkat daerah terkait, sehingga keberadaan PKL tidak mengganggu kenyamanan di alun-alun. Dengan revitalisasi yang dilakukan di Alun-Alun Merdeka, dia berharap nanti masyarakat semakin nyaman untuk berkunjung. Lebih lanjut bisa mendongkrak kunjungan.
”Sebelum diperbaiki, kunjungan ke alun-alun pada hari biasa sekitar 500 orang. Namun saat akhir pekan bisa berkisar 2.000 orang,” pungkas lelaki yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Diskopindag Kota Malang itu. (mel/by)
Editor : Aditya Novrian