MALANG KOTA – Rencana penghijauan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) hingga kini belum menemukan titik terang. Padahal, Pemkot Malang dan Pemprov Jawa Timur sebelumnya menjanjikan penanaman pohon setelah pengerjaan drainase selesai.
Pembangunan drainase di Soehat rampung awal Januari lalu. Sejumlah pohon ditebang karena dimensi drainase baru lebih besar dibanding sebelumnya. Meski proyek fisik telah selesai, rencana penghijauan masih terkendala, terutama soal ketersediaan lahan untuk menanam pohon.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran menjelaskan, hampir seluruh area di atas drainase tertutup beton.
”Harusnya ada ruang sekitar 40 sentimeter dari beton. Kalau tidak ada ruang itu, pohon tidak bisa tumbuh rindang," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin. Raymond menambahkan, hal ini menjadi kendala utama dalam menentukan konsep penghijauan.
Sebelumnya, Pemkot Malang dan Pemprov Jatim sudah menggelar rapat koordinasi terkait penghijauan. Raymond sempat mengusulkan penanaman pohon dalam kesempatan itu, namun usulan terbentur desain drainase yang sudah final.
Saat ini, ruang paling memungkinkan hanya di depan area Polinema. Namun keputusan akhir masih menunggu hasil rapat lanjutan. Sebagai alternatif, pemkot mempertimbangkan menanam pohon hias menggunakan pot besar.
Raymond mengatakan, pot bisa mencapai tinggi satu meter, tetapi karena masih masa pemeliharaan, pemasangan pot saat ini dikhawatirkan dapat terganggu. ”Penghijauan tidak harus selalu menggunakan pohon lindung. Pot besar juga bisa menjadi solusi," terangnya.
Namun, Direktur Eksekutif WALHI Jatim Pradipta Indra menyoroti opsi ini. Menurutnya, pohon lindung memiliki fungsi lebih dari sekadar estetika. Pohon dapat menjadi resapan air, menyerap karbon, dan membantu produksi oksigen.
”Kalau hanya menggunakan pot, fungsi itu akan hilang. Pemerintah (Pemkot Malang dan Pemprov Jatim) seharusnya menghitung secara terbuka dampak penebangan pohon," tegasnya.
Kendala lahan dan desain drainase menjadi tantangan nyata bagi upaya penghijauan Soehat. Warga berharap pemerintah dapat menemukan solusi yang seimbang, sehingga jalan protokol ini tidak hanya bersih dari banjir, tetapi juga tetap hijau dan nyaman bagi masyarakat. (adk/adn)
Editor : Aditya Novrian