MALANG KOTA – Pemkot Malang menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) kembali menurun pada 2026 hingga 5,4 persen. Target tersebut dipasang setelah Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat penurunan TPT dari 6,1 persen menjadi 5,69 persen berdasarkan rilis resmi per 31 Desember 2025.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengatakan, secara kuantitatif jumlah penganggur di Kota Malang saat ini berada di kisaran 25 ribu hingga 26 ribu orang. Angka tersebut berasal dari total angkatan kerja yang mencapai lebih dari 400 ribu orang.
”Angkatan kerja yang kami hitung berasal dari usia produktif, mulai 17 tahun sampai 50 tahun. Meski begitu, penurunan TPT ini patut disyukuri dan tetap harus kami dorong agar terus turun,” kata Arif, kemarin.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Malang menyiapkan sejumlah langkah. Salah satunya melalui penyelenggaraan job fair yang dinilai mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan. Menurut Arif, job fair menjadi salah satu program prioritas Disnaker-PMPTSP pada 2026.
”Kami mendorong agar job fair bisa kembali dilaksanakan tahun ini. Saat ini kami sedang menyiapkan pembahasan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan Badan Anggaran DPRD Kota Malang,” ujarnya.
Pemkot menargetkan job fair dapat digelar pada triwulan ketiga 2026, sekitar Juli atau Agustus. Selain job fair, Disnaker-PMPTSP juga merencanakan berbagai pelatihan keterampilan untuk calon tenaga kerja. Di antaranya pelatihan barista, tata rias rambut, content creator, hingga pengolahan makanan.
Arif menambahkan, upaya penurunan pengangguran juga akan dibarengi dengan pembaruan data. Pasalnya, tidak seluruh penganggur tercatat secara akurat. Sebagian di antaranya sudah bekerja, namun berada di sektor informal.
”Ada yang bekerja sebagai content creator atau di sektor informal lain. Secara data mereka dianggap menganggur karena tidak tercatat sebagai pekerja formal,” jelasnya.
Ke depan, Pemkot Malang berencana menerapkan pendataan pekerja berbasis by name by address (BNBA). Pendataan tersebut akan melibatkan RT/RW hingga dasawisma agar diperoleh data ketenagakerjaan yang lebih akurat dan mutakhir. (mel/adn)
Editor : Aditya Novrian