MALANG KOTA – Selama Ramadan, kebutuhan beras diperkirakan meningkat hingga 25 persen. Dampaknya berpotensi mengakibatkan kenaikan harga. Guna meng antisipasi kenaikan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Ma lang menyiapkan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Elfi atur Roi khah menerangkan, untuk menjaga persediaan pihaknya menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Selama Ramadan, dispangtan bakal menggelar operasi pasar selama 20 kali.
Lokasinya tersebar di lima kecamatan. Umumnya mengambil lokasi di kantor kecamatan atau kelurahan. ”Secara tren, ada peningkatan konsumsi beras. Diprediksi bisa 25 persen. Agar masyarakat bisa lebih mudah menjangkau beras, kami gelar GPM,” ujarnya.
Menurut Elfi, peningkatan kon sumsi dipicu kebutuhan memasak untuk sahur dan berbuka puasa. Selain itu, tradisi megengan yang rutin digelar masyarakat menjelang Ramadan turut mendongkrak permintaan. “Di momen sa kral seperti Ramadan biasanya banyak kegiatan, sehingga konsumsi beras meningkat,” ungkapnya.
Baca Juga: Jelang Ramadhan, Harga Cabai Rawit di Kota Malang Melejit hingga Rp90 Ribu per Kilogram
Berdasarkan data dispangtan, konsumsi beras masyarakat Kota Malang mencapai sekitar 5.000 ton per bulan atau 60 ribu ton per tahun. Jika kenaikan diprediksi mencapai 25 persen, kemungkinan konsumsi beras selama bulan Ramadan mencapai 6.250 ton per bulan.
Sementara ketersediaan beras di pasar sekitar 75.667,83 ton. Angka itu dinilai masih dalam kondisi aman. Pemkot Malang juga berkoordinasi dengan Perum Bulog guna memastikan kecukupan persediaan. Saat ini, cadangan beras di gudang Bulog men capai 51.000 ton.
Jumlah tersebut perkirakan mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 10 bulan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan daerah penghasil beras di Jawa Timur. Untuk menjaga kelancaran distribusi ke Kota Malang selama Ramadan.
”Kami minta pelaku usaha berkomitmen menjual sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi). Agar distribusi merata dan tidak memberatkan masyarakat,” tandas Elfiatur. Sesuai HET, Rp13.500 per kilogram untuk beras medium dan Rp14.900 per kilogram untuk beras premium.
Di lain pihak, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rek so Aji mendorong pemkot aktif melakukan pemantauan stok dan harga beras di pasaran. Juga bekerja sama dengan pihak lain. ”Karena Kota Malang bukan penghasil beras, perlu kerja sama dengan daerah lain. Kami mendorong di perbanyak operasi pasar untuk menekan harga,” tegas nya. Bayu meminta intervensi dilakukan sejak awal Ramadan. Tujuannya agar harga beras tidak terus merangkak naik terutama jelang Lebaran.(adk/dan)
Disunting Kembali: Diva Ayu Herdianasari
Editor : Aditya Novrian