Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gema Ramadan 2026, Wadah Memperkuat Generasi Qurani

Galih R Prasetyo • Rabu, 11 Maret 2026 | 09:38 WIB

KONSISTEN: Foto bersama pemenang, juri dan tamu undangan saat Penganugerahan Gema Ramadan 1447 H.
KONSISTEN: Foto bersama pemenang, juri dan tamu undangan saat Penganugerahan Gema Ramadan 1447 H.

MALANG KOTA - Gelaran Gema Ramadan 1447 H sukses terselenggara pada 7-8 Maret lalu. Sebanyak 250 ambil bagian dalam acara yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang itu. Mereka antusias mengikuti lomba Hafiz Al-Quran, Tartil Al-Quran, dan Da’i cilik.

Lomba tahunan itu merupakan hasil kolaborasi Jawa Pos Radar Malang bersama Disdikbud Kota Malang yang juga didukung oleh Bank Jatim. Lomba tahunan ini juga diselenggarakan untuk menyiapkan siswa pada program Festival Anak Muslim (FAM) yang juga diselenggarakan Disdikbud Kota Malang tiap tahunnya.

TERBAIK: Koordinator Juri M. Ismail SSi (tengah) bersama seluruh juri di 3 kategori lomba Gema Ramadan 1447 H pada 7-8 Maret.
TERBAIK: Koordinator Juri M. Ismail SSi (tengah) bersama seluruh juri di 3 kategori lomba Gema Ramadan 1447 H pada 7-8 Maret.

”Bakat para pemenang tidak boleh berhenti sampai di lomba ini, akan kami skemakan tampil juga dalam acara-acara yang digelar Disdikbud,” ujar Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana. Seperti juara pertama bakal dijadwalkan mengisi kegiatan pengajian Disdikbud yang digelar tiap Jumat selama Ramadan. Lalu juara dua dan seterusnya bakal dijadwalkan tampil di acara berikutnya.

Suwarjana mengatakan, kemampuan siswa-siswa yang ikut lomba itu harus diasah langsung di tengah masyarakat. Tidak boleh berhenti dalam acara lomba-lomba saja. Dengan begitu, kemahiran mereka dipercaya bakal bisa berkembang.

Harapan yang sama juga disampaikan Ketua Dewan Juri Gema Ramadan Ustadz Muhammad Ismail. Menurutnya kemampuan peserta lomba sangat meningkat di tiap tahap. Makin mendekati final, makin banyak peserta yang punya keahlian dan skill semakin mumpuni. ”Itu pertanda pendidikan Al-Quran dan sunnah di Kota Malang ini sudah berjalan sangat baik,” ujar Ismail.

Syarat yang dicantumkan untuk ikut lomba ketat. Untuk kategori Hafidz Al-Quran misalnya, peserta yang ikut harus hafal dan mempelajari Al-Quran Juz 30. Sementara untuk kategori Tartil Al-Quran, harus lancar membaca Juz 30. (aff/gp)

Editor : A. Nugroho
#fam #disdikbud #Kota Malang