Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kota Malang Bentengi 12 Ribu Anak dari Wabah Campak

Mahmudan • Senin, 16 Maret 2026 | 12:34 WIB
VAKSINASI: Tenaga kesehatan puskesmas
menyuntikkan vaksin ke siswa SDN Sukun
1 beberapa waktu lalu.
VAKSINASI: Tenaga kesehatan puskesmas menyuntikkan vaksin ke siswa SDN Sukun 1 beberapa waktu lalu.

MALANG KOTA – Wabah campak di sejumlah daerah menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Sementara ini tercatat 61 kasus suspek. Untuk mengantisipasi agar tidak merebak, segera dilakukan vaksinasi untuk membentengi anak-anak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang Meifta Eti Winindar mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk mengantisipasi campak. Koordinasi yang dilaksanakan pada Senin lalu (9/3) menghasilkan keputusan perlunya vaksinasi.

Oleh karena itu, masing-masing puskesmas diminta membuat perencanaan persiapan imunisasi. ”Rencananya imunisasi kejar akan berlangsung mulai akhir Maret nanti,” ungkap Meifta kemarin.

Jangka waktu pelaksanaannya selama sepekan. Untuk lokasi, Meifta menyebut di seluruh posyandu, PAUD, kelompok bermain, TK, hingga day care.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Campak, Dinkes Kota Malang Siapkan Imunisasi bagi 12 Ribu Anak

”Perkiraan sasarannya ada 12 ribu anak usia 9 bulan sampai 59 bulan. Namun, jumlah pastinya masih proses karena kami sedang melakukan pendataan sasaran riil,” sambung pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.

Dalam imunisasi kejar pihaknya menargetkan 95 persen sasaran mendapat vaksin campak dan rubella. Namun jika belum terpenuhi, lanjutnya, dinkes akan melakukan sweeping pada April pekan kedua. Tujuannya untuk mencari anak-anak yang belum divaksin.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Piprim Basarah Yanuarso SpA Subsp Kardio(K) menegaskan bahwa situasi darurat penyebaran campak yang berlangsung sekarang membutuhkan langkah luar biasa dari seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: 6 Langkah Cegah Campak, Vitamin Ini Ternyata Sangat Berdampak

”Kita harus bertindak cepat untuk melindungi anak-anak Indonesia. Imunisasi adalah hak dasar anak dan kewajiban kita untuk memastikan setiap anak terlindungi,” tegas dia.

IDAI juga merekomendasikan enam langkah strategis. Antara lain kejar imunisasi campak dan rubella bagi anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun yang belum imunisasi. Kemudian meningkatkan surveilans penyakit campak dan rubella.

Cakupan imunisasi campak dan rubella dosis kedua (MR2) sampai saat ini hanya 82,3 persen pada 2024. Hal itu jauh di bawah target nasional yakni 95 persen, sehingga kekebalan kelompok atau herd immunity belum terbentuk optimal. Selain itu, memperkuat kapasitas laboratorium diagnostik campak dan rubella.

Lebih lanjut, IDAI mendorong ada upaya pengendalian infeksi dan isolasi pasien campak di rumah sakit. Lalu yang tidak kalah penting adalah edukasi kepada masyarakat. (mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#Kemenkes #Pemkot Malang #dinkes #malang