MALANG KOTA - Belum optimalnya drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) menyita perhatian Pemprov Jatim. Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turun dan meninjau langsung kondisi drainase di sana pada Senin lalu (16/3). Hasilnya, diketahui ada empat penyebab fasilitas itu belum berfungsi secara maksimal.
Emil menuturkan, penyebab utama banjir adalah sistem buka tutup pintu air di bagian sebelah utara. Idealnya, saat hujan deras berada dalam kondisi tertutup. Sehingga air bisa mengalir ke kanan dan kiri saluran drainase.
Apabila pintu itu dibuka, wilayah Kedawung, Ciliwung, dan sekitarnya dipastikan ikut terdampak banjir. Namun, lanjut Emil, ketika pintu itu ditutup, ada lima rumah warga yang akan terdampak banjir. Fakta lainnya, lima warga itu menempati lahan sempadan milik provinsi.
”Tanahnya pemprov itu yang harus jadi tempat air naik pasang turun, tetapi ada yang tinggal di situ,” beber Emil. Menyikapi dilema itu, dia mengambil keputusan tegas untuk menutup pintu air. Terutama ketika hujan deras. Pihaknya telah menyerahkan duplikat kunci pintu air kepada Pemkot Malang. Sehingga lebih fleksibel ketika hujan deras terjadi.
”Kami akan cari solusi dengan pak Camat dan Dinas PU SDA terkait lima rumah itu. Tetapi kami tegaskan lagi kepentingan umum harus berada di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” tegas Emil. Selain buka tutup pintu air, penyebab lain yang ditemukan yakni sampah yang menyumbat.
Sumbatan itu membuat air mengalir ke jalan. ”Kami akan membuat tim berasal pemkot. Ini butuh pembersihan, butuh kerja sama kolektif bersama,” terang mantan Bupati Trenggalek itu. Penyebab selanjutnya yakni material pasca-pengerjaan drainase yang belum bersih. Itu banyak ditemukan di dalam saluran drainase.
Untuk masalah tersebut, pihaknya telah melakukan penanganan secara langsung. ”Jadi saat ini masih masa pemeliharaan, kekurangan dan ketidaksempurnaan kami tangani. Kami bisa melihat kalau sudah bersih, aliran nanti agak lancar,” ungkap Emil.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan siap menuntaskan PR drainase Soehat agar aliran air lebih lancar. Terkait pintu air, pemkot akan memberikan perhatian penuh ketika hujan deras melanda. ”Kami pastikan akan menutup pintu air ketika hujan. Sesuai instruksi Pak Wagub,” ujarnya.
Wahyu juga meminta masyarakat lebih sadar lingkungan. Sehingga sampah yang selama ini menjadi sumbatan di saluran drainase bisa berkurang. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra