MALANG KOTA – Angka rata-rata tamu menginap di hotel-hotel di Kota Malang berada di kisaran 1,36 hari. Dengan dominasi tamu dalam negeri sebanyak 97,38 persen dan tamu asing hanya 2,62 persen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki menuturkan, tahun ini pihaknya mulai menurunkan target okupansi pada momen Lebaran. Paling tidak, tahun ini untuk keseluruhan hotel bisa mencapai 70 persen keterisian kamar.
Hingga kemarin (18/3), rata-rata realisasinya masih 50 sampai 60 persen. ”Kami sudah gencar promosi, menyediakan berbagai diskon dan paket, tapi memang demand-nya turun,” ujar Agoes.
Supply atau ketersediaan kamar cukup banyak. Namun, minat masyarakat menginap di hotel memang berkurang. Agoes berharap di sisa hari sebelum Lebaran masih ada harapan untuk peningkatan okupansi. Paling tidak bisa memenuhi target hingga hari Lebaran.
Menurut Agoes, Lebaran tahun ini ini adalah harapan untuk memenuhi target pendapatan. Sebab, kinerja sektor perhotelan benar-benar menurun drastis sejak awal 2025. Mereka hanya memiliki kesempatan memaksimalkan okupansi saat libur panjang saja. Sementara hari biasa selalu di bawah target.
Sebenarnya, okupansi hotel bisa terbantu dengan event-event yang diselenggarakan pemerintah. Seperti Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov) Jatim tahun lalu. Itu terbukti meningkatkan okupansi yang sudah lesu sejak awal tahun.
Namun Agoes memberi catatan event yang diselenggarakan tidak bisa sembarangan untuk meningkatkan kunjungan wisata. Paling tidak harus event nasional dengan berdurasi panjang seperti Porprov. Bila ada event semacam itu, dia yakin dampak ekonominya bakal terasa di masyarakat.
Sebab apabila event lokal saja, pengunjung yang datang tidak banyak menghabiskan uangnya untuk perputaran ekonomi di Kota Malang. Termasuk alokasi menginap di hotel. (aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra