Plh Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, tambahan itu bakal dipusatkan di dua lokasi Salat Id. Yakni di Masjid Agung Jami' dan Masjid Sabilillah. Sebab, kedua lokasi itu biasanya dipadati masyarakat.
”Untuk Masjid Agung Jami' kami menyiagakan 30 personel tambahan. Sementara di Masjid Sabilillah ada 20 personel tambahan,” sebut Raymond. Di luar dua lokasi itu, pihaknya bakal melakukan pengangkutan sampah seperti biasa.
Tak hanya personel, ada tambahan armada pengangkutan sampah yang dilakukan selama Lebaran. Meliputi dua dump truck dan lima mini dump truck untuk dua lokasi Salat Id tersebut. Tujuannya untuk membantu mempercepat pengangkutan sampah ke TPA Supit Urang.
Menurut Raymond, pada waktu normal, biasanya ada 45 truk yang mengambil sampah dari 78 TPS di Kota Malang. Satu truk bisa melakukan dua sampai empat kali pengambilan sampah.
Secara umum, terkait volume sampah selama Lebaran, pihaknya memprediksi tidak jauh berbeda dengan waktu normal. Produksi hariannya masih di kisaran 730 ton.
”Lalu sebanyak 230 ton terolah di TPST, TPS 3R, dan bank sampah aktif yang tersebar di 324 lokasi,” imbuh dia. Setelah terolah, masih ada sampah yang tersisa sebanyak 500 ton sampai 600 ton. Seluruhnya masuk ke TPA Supit Urang.
Prediksi volume sampah yang cenderung menyamai waktu normal itu disebabkan karena mobilitas masyarakat. Selama libur Lebaran, banyak mahasiswa maupun perantau yang mudik. Sementara jumlah masyarakat yang kembali ke Kota Malang hampir sama dengan banyaknya mahasiswa.
Kendati demikian, pemkot tetap menaruh atensi. Terutama di tempat-tempat keramaian yang berpotensi menimbulkan timbunan sampah. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra