MALANG KOTA, RADAR MALANG - Satu investor lokal dikabarkan tertarik mengonversikan armada angkot di Kota Malang menjadi kendaraan listrik. Untuk diketahui, beberapa daerah lain sudah mengoperasikan angkot listrik lebih dulu.
Seperti di Bogor, Bandung, dan Jambi. Wacana pengembangan angkot listrik itu disampaikan Sekretaris Organda Kota Malang Purwono Tjokro Darsono, kemarin (28/4).
Menurut dia, investor telah membuka pembicaraan awal dengan para sopir angkot. Namun pihaknya belum mau membuka identitas investor tersebut. ”Rencana ini kami harapkan disambut baik Pemkot Malang,” kata dia.
Dalam pembicaraan itu, lanjut Purwono, investor sangat prihatin dengan kondisi angkot di Kota Malang. Mereka sudah mengembangkan transportasi di luar daerah, namun di kota sendiri belum baik.
Purwono menekankan, pihak investor masih menunggu kejelasan regulasi tentang penataan angkot. Setelah dinilai ada kejelasan, baru dilakukan komunikasi secara serius dengan Pemkot Malang. ”Sekarang feeder saja belum jelas. Sehingga investor tidak mau terlalu dalam terlebih dulu,” tambahnya.
Dengan kondisi tersebut, Purwono meminta pemkot segera menetapkan arah penataan angkot. Sebab, Bus Trans Jatim yang dikelola Pemprov Jatim sudah berjalan. Seharusnya disambut dengan baik oleh pemkot. ”Kalau angkot sudah baik nantinya juga bermanfaat untuk masyarakat. Karena kendaraan pribadi bakal berkurang,” imbuh dia.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyatakan, pihaknya terbuka terkait modernisasi angkot menjadi kendaraan listrik. Selain itu, dishub menegaskan skema angkutan pengumpan (feeder) menuju layanan Bus Trans Jatim segera dijalankan.
Terkait rencana investor, Jaya mengaku belum mendengar secara langsung tawaran tersebut. Meski begitu, pihaknya akan terbuka dan menyambut positif gagasan tersebut. ”Pada prinsipnya kami senang karena sudah saatnya teman-teman angkot menyesuaikan teknologi. Tidak menggunakan bahan bakar fosil,” tuturnya.
Menurut Jaya, transformasi armada menuju kendaraan ramah lingkungan menjadi langkah penting. Agar transportasi publik di Kota Malang semakin modern dan efisien. Namun pelayanan juga tidak boleh dilupakan. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra