Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

PHRI Kota Malang: Investasi Hotel Minimal Butuh Rp 150 Miliar

Nahdiatul Affandiah • Selasa, 26 Mei 2026 | 15:08 WIB
TAMBAH NILAI INVESTASI: Pembangunan hotel baru di Jalan Letjen Sutoyo sudah berlangsung sejak awal tahun. (Darmono/Radar Malang)
TAMBAH NILAI INVESTASI: Pembangunan hotel baru di Jalan Letjen Sutoyo sudah berlangsung sejak awal tahun. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Malang Agoes Basoeki menyebut, setidaknya butuh modal Rp 150 miliar untuk membangun hotel baru. Itu berdasar hitungan kasar harga tanah dan bangunan yang terus melonjak. 

”Modal itu bisa untuk membangun hotel bintang tiga, break event point (BEP) atau balik modalnya bisa kisaran 8 sampai 10 tahun,” ujarnya. Karena di Kota Malang sudah banyak hotel, Agoes menyarankan pembangunan baru harus memiliki konsep yang kuat.

Seperti menonjolkan satu aspek yang membuat wisatawan tertarik ke sana. Belakangan, yang sedang tren tentu model hotel yang enak dipandang atau aesthetic. Serta pelayanannya ramah, kebutuhan teknologi seperti WiFi terpenuhi, dan dekat dengan tempat wisata atau pusat kota.

Sementara itu, okupansi kamar hotel mulai mengalami peningkatan sebesar 30 persen. Itu dibanding okupansi kamar pada 2025 yang menurun drastis. Namun untuk okupansi ruang meeting masih mengalami penurunan. 

Sebab penyewa potensial seperti dari sektor pemerintahan masih menghadapi isu efisiensi. ”Jadi tiap bulan kami berusaha pertahankan rata-rata okupansi di angka 60 sampai 70 persen,” ujar Agoes. Pria berusia 65 tahun itu juga mendorong pemilik modal asal Malang lebih banyak membangun hotel baru di wilayah sendiri.

Sebab, saat ini persentase pemilik hotel di Malang masih imbang. Pemilik hotel asli Malang sekitar 50 persen, dan pemodal dari luar kota yang memiliki hotel di Kota Malang sebanyak 50 persen. 

Di tempat lain, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama Sugito Adhi menyebut bahwa tempatnya terus mempertahankan okupansi bulanan. Di angka 80 persen. Meski saat ini rata-rata okupansinya masih 75 persen.

”Tingkat okupansi secara keseluruhan dari Januari sampai Mei 2026 menunjukkan movement yang sangat dinamis, meski cenderung melemah pada akhir periode,” ujarnya. 

Kendati demikian, secara umum ada peningkatan okupansi dibanding periode yang sama tahun lalu. Target pasar di tempatnya yakni wisatawan.

Untuk itu, pihaknya terus memperkuat promosi seperti paket bundling kamar dengan aktivitas dari kegiatan Food and Beverage (F&B).

Pihaknya juga memberikan fasilitas tambahan gratis seperti complimentary foto dari profesional fotografer selama menginap di hotel.

Promosi khusus juga tersedia melalui website atau direct booking ke hotel. Bahkan saat ini hotel menyediakan penawaran khusus seperti private sale discount 25 persen saat memesan melalui platform hotel. (aff/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#hotel baru kota malang #malang hari ini #PHRI Kota Malang #Kota Malang #investasi hotel