MALANG KOTA, RADAR MALANG - Tradisi mengarak hewan kurban masih dilestarikan warga di sepanjang Jalan Prof Moh Yamin atau Kidul Pasar, Kecamatan Klojen, kemarin (27/5). Ada puluhan hewan kurban yang diarak oleh masyarakat sebelum disembelih.
Tradisi arak-arakan di kawasan Kidul Pasar itu diinisiasi oleh Black Embek Kidul Pasar. Organisasi pemuda setempat yang berasal dari berbagai latar belakang.
Ketua Panitia Black Embek Kidul Pasar Aswin Muzaki menjelaskan, tradisi arak-arakan sudah berlangsung sejak 1980-an. ”Jadi memang sudah turun temurun dilakukan dari orang tua sampai kakak-kakak kami,” jelas dia.
Menurut Aswin, arak-arakan bukan wujud pamer atau menyombongkan diri. Justru termasuk syiar agama karena bisa menumbuhkan semangat kepada warga untuk berkurban.
”Selain syiar, arak-arakan dipercaya bisa berpengaruh terhadap kesehatan hewan. Sebab setelah diarak, hewan akan lelah sehingga bisa disembelih dengan mudah,” sambung Aswin.
Meski sudah berlangsung secara turun temurun, arak-arakan kurban pada Hari Raya Idul Adha 2026 tetap meriah. Terlebih lagi, pelaksanaan arak-arakan bersamaan dengan 10 tahun kehadiran Black Embek di Kidul Pasar.
”Euforianya dibuat lebih meriah, tetapi pengelolaan hewan kurban tetap sama,” tegas Aswin. Dia menyebut, ada 87 kambing dan 6 sapi yang diarak.
Jenis hewan kurban yang diarak bermacam-macam. Untuk kambing ada yang berjenis Jawa Randu, Peranakan Etawa, hingga Sanan.
Sementara sapi mulai dari jenis limosin hingga brangus. Setelah diarak, kambing dan sapi akan disembelih. Hasil penyembelihan nantinya didistribusikan kepada 1.200 keluarga yang ada di RW 6 dan RW 7. Ditambah dengan 300 panitia.
”Satu keluarga dapat jatah daging sapi sebanyak 1 kilogram dan kambing 3/4 kilogram. Kalau ada sisa nantinya kami berikan ke yayasan-yayasan yatim piatu,” terang Aswin.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang kebetulan datang ke Kidul Pasar menyebut, arak-arakan hewan kurban merupakan kearifan lokal. ”Hewan kurban diarak dan warga kompak menggunakan seragam yang sama,” kata dia.
Selain itu, Wahyu menyoroti pemotongan hewan di Kidul Pasar juga menjadi salah satu percontohan. Sebab seluruh prosesnya dipantau, peralatannya lengkap, dan menjamin kesehatan hewan kurban. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra