Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bintang di Kota Malang Catat Grafik Positif

Nahdiatul Affandiah • Senin, 8 Juni 2026 | 14:48 WIB
BERSANTAI: Dua orang wisatawan mancanegara sedang bersantai di lobi Hotel Shalimar kemarin. Di hotel bintang sebanyak 95,99 persen pengunjungnya merupakan wisatawan Nusantara.
BERSANTAI: Dua orang wisatawan mancanegara sedang bersantai di lobi Hotel Shalimar kemarin. Di hotel bintang sebanyak 95,99 persen pengunjungnya merupakan wisatawan Nusantara.

 MALANG KOTA-RADAR MALANG - Industri perhotelan terus tumbuh. Berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bulan April, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel secara month to month dibanding bulan Maret meningkat 5,47 poin. Peningkatan paling banyak terjadi pada hotel bintang yang naik sebanyak 5,49 poin dan hotel non-bintang sebanyak 5,40 poin.

 Namun secara year on year dibanding April tahun 2025, TPK hotel masih tergolong menurun sebanyak 6,36 poin. Perinciannya untuk hotel bintang turun 7,39 poin, sementara hotel non-bintang turun 1,33 poin. Artinya meski tahun ini penghunian kamar hotel ramai, namun tamunya tak sebanyak tahun lalu.

 ”Untuk rata-rata lama menginap tamu (RLMT) sekitar 1,32 hari,” ujar Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifuddin. Dengan perincian RLMT hotel bintang 1,64 hari dan hotel non-bintang 1,15 hari. Dalam data itu menunjukkan, lebih banyak turis memilih menginap di hotel bintang dengan jangka waktu lebih lama.

 Umar menjelaskan, wisatawan Nusantara masih mendominasi tamu hotel. Di hotel bintang sebanyak 95,99 persen dari wisatawan Nusantara, sementara 4,01 persennya merupakan mancanegara. Kemudian komposisi tamu hotel non-bintang, sebanyak 99,19 persen dari tamu Nusantara dan 0,81 persen wisatawan asing.

 ”Bulan April lalu, kunjungan wisatawan Nusantara ke Kota Malang memang sedikit menurun,” lanjut Umar. Totalnya ada 852 ribu kunjungan, menurun 1,45 persen dibanding bulan Maret. Sementara wisatawan Nusantara yang berasal dari Kota Malang mencapai 787 ribu kunjungan, turun 24,57 persen dibanding bulan Maret 2026.

 Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki menuturkan, TPK hotel selama 2026 memang cukup fluktuatif. Itu didasari libur panjang dan banyak event di Kota Malang. Namun pihaknya selalu menargetkan rata-rata okupansi di 80 persen tiap bulannya.

 ”Saat ini untuk rata-rata keseluruhan hotel okupansi masih di angka 60 persen,” ujar Agoes. Sebab masih ada beberapa hotel yang kesulitan memenuhi kamar. (aff/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
#okupansi hotel malang #Hotel Kota Malang #Tingkat Penghunian Kamar