MALANG KOTA, RADAR MALANG – Dibutuhkan perombakan skala besar untuk memaksimalkan fungsi Velodrome. Meliputi penggantian atau perbaikan lintasan, atap, hingga perbaikan di bagian tengah fasilitas olahraga tersebut. Selain untuk balap sepeda, Velodrome bakal diproyeksikan digunakan olahraga lain. Seperti skateboard dan sepatu roda.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi menuturkan, prioritas utama tentunya perbaikan lintasan. Itu sangat diperlukan agar latihan atlet bisa lebih maksimal. Tujuan lainnya yakni meningkatkan sisi keamanan.
Sebab lintasan saat ini dinilai tidak layak. Tampak di beberapa titik sudah berjemur. Selain itu juga terdapat beberapa lubang dan retakan di bagian lintasan. ”Atap di Velodrome juga banyak yang bocor,” kata Baihaqi.
Bagian lain yang perlu direvitalisasi yakni di tengah. Saat ini, sisi tersebut dipenuhi rumput liar. Baihaqi mengatakan, bagian itu memiliki potensi untuk digunakan cabang olahraga lain. ”Bagian tengah jika sudah dibersihkan bisa dibangun fasilitas olahraga lain. Misalnya untuk skateboard,” terangnya.
Ditanya terkait perkiraan anggaran, Baihaqi menyebut bila sampai sekarang pihaknya belum menghitungnya. Fokusnya kini masih menjalin kesepakatan perbaikan dengan Pemprov Jatim. Kesepakatan itu akan dituangkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).
”Kalau belum tercatat sebagai aset pemkot, kami belum bisa menentukan perencanaan anggaran. Sehingga kami bahas PKS terlebih dulu, kemudian menghitung estimasi perbaikan,” papar Baihaqi. Dia menambahkan, dalam PKS itu ada peluang dilakukan pembagian kewajiban revitalisasi.
Bisa saja pemkot memperbaiki lintasan atau memperbaiki bagian tengah venue. Di tempat lain, anggota Komisi D DPRD Kota Malang Asmualik mendorong agar revitalisasi Velodrome segera berjalan. Dia menyebut, fasilitas itu tidak hanya membangkitkan semangat olahraga. Namun juga bisa digunakan untuk wadah pelaku seni.
Asmualik mengatakan, di sekitar Velodrome ada Pasar Seni Madyopuro. Jika bangunan itu kembali ramai, otomatis akan berdampak pada kegiatan seni di kawasan tersebut. ”Selain sebagai tempat olahraga, Velodrome memiliki potensi sebagai pusat seni dan rekreasi,” terang dia. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra