MALANG KOTA -RADAR MALANG- Masyarakat yang berkecimpung di bidang keagamaan seperti hafiz atau penghafal Alquran dan petugas yang mengumandangkan azan mendapat atensi dari pemkot. Mereka akan kembali menerima reward khusus tahun ini. Itu menyusul, Pemkot berencana menyiapkan anggaran untuk mereka.
Berdasar informasi yang digali wartawan koran ini, ada 650 orang yang terdiri muazin dan hafiz yang menerima anggaran tersebut. Mereka akan menerima bantuan tersebut setiap bulan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Malang Achmad Sholeh menjabarkan, ada 125 hafiz dan 535 muazin mendapat honorarium. Program tersebut bukan pertama kali diterapkan. Pada tahun 2025 lalu, 125 hafiz dan 535 muazin juga menerima honorarium dari Pemkot Malang.
Sholeh menyebut, untuk hafiz biasanya mendapat honorarium sebesar Rp 1 juta per bulan. Sementara muazin, akan menerima honorarium sebesar Rp 275 ribu per bulan. ”Namun agar bisa memperoleh honorarium ada persyaratannya,” ucap Sholeh.
Untuk hafiz harus mampu dan sudah hafal sebanyak 30 juz. Tak hanya hafal, mereka juga harus mengajar ke masyarakat. Kemudian, mereka juga harus sudah tersertifikasi dari lembaga keagamaan.
Demikian pula dengan muazin. Untuk muazin harus memiliki surat keputusan dari takmir masjid setempat. Artinya, sosok yang selama ini bertugas dan tersertifikasi. ”Kalau persyaratan umum lainnya berupa KK, KTP, dan rekening Bank Jatim,” sambung Sholeh.
Selain hafiz dan muazin, ada pula honorarium untuk guru ngaji, marbot jenazah, hingga guru sekolah minggu. Namun untuk ketiga pihak itu, penyaluran honorarium sekarang melalui pihak kelurahan. Program tersebut juga bukan pertama kali digulirkan tahun ini.
Sejak tahun 2025 Pemkot juga memberi perhatian kepada guru ngaji, marbot jenazah, hingga guru sekolah minggu. Harapannya, honorarium yang diberikan menambah dan bermanfaat. Disinggung soal nominal, angkanya masih sama seperti tahun lalu. (mel/gp)
Editor : Galih R Prasetyo