MALANG KOTA -RADAR MALANG- Anak muda yang memutuskan beternak sapi terkadang merasa gengsi saat harus mencari rumput. Kondisi itu dilihat sebagai peluang oleh warga Kelurahan Tasikmadu yang bernama Setia Anjar Irawan. Sejak 2018, Anjar membuat inovasi pakan ternak.
”Saya melihat anak muda paling sulit atau gengsi mencari rumput untuk pakan sapi,” ungkap Anjar. Karena itu, dirinya terpikir membuat inovasi pakan yang membantu para peternak tidak mencari rumput sekaligus menghemat waktu.
Para peternak juga bisa merasakan untung yang berkali-kali lipat. Inovasi pakan yang dibuat terdiri dari batang pohon singkong, bekatul, brand polar, dan bahan-bahan lainnya.
Saat pertama kali mencoba, Anjar memberikan pakan ternak buatannya kepada sembilan ekor sapi yang sedang masuk program penggemukan. ”Kemudian selama waktu empat bulan yang merupakan periode penggemukan sapi, bisa menekan biaya sekitar Rp 6 juta,” sambung dia.
Kendati demikian sampai sekarang Anjar belum memperjualbelikan pakan buatannya. Hanya pernah diujicobakan kepada peternak lain. ”Kalau produksi massal belum karena masih kami uji laboratorium. Kami ingin memastikan kandungan pakan seperti protein hingga karbohidrat di makanan sapi ideal komposisinya,” terangnya.
Biasanya, Anjar hanya menyetok satu ton untuk kandang miliknya. Anjar menyebut setiap hari bisa memberi tiga kali pakan yang jumlahnya sebanyak 12 kilogram untuk satu ekor sapi.
Dengan pakan yang diberikan, Anjar mengestimasi bisa menambah berat sapi menjadi minimal satu kilogram setiap hari. Dia berkaca pada Idul Adha tahun lalu. Berhasil menjual 22 ekor sapi potong. Di samping pakan, Anjar juga rutin melakukan perawatan lain. Satu contohnya, memberikan vitamin hingga suntik rutin. (mel/gp)
Editor : Galih R Prasetyo