Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Persiapan Angkot Pelajar Capai 95 Persen, Tiap Armada Bakal Ditempeli Stiker Khusus

Andika Satria Perdana • Rabu, 15 Juli 2026 | 17:02 WIB
BAKAL DILENGKAPI STIKER: Dua angkot melintas di Jalan Veteran, kemarin (14/7). Ada 80 armada yang bakal beroperasi di program angkot pelajar. (Darmono/Radar Malang)
BAKAL DILENGKAPI STIKER: Dua angkot melintas di Jalan Veteran, kemarin (14/7). Ada 80 armada yang bakal beroperasi di program angkot pelajar. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Program angkutan pelajar gratis diupayakan beroperasi mulai bulan Juli ini. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mengklaim persiapannya sudah mencapai 95 persen.

Rapat koordinasi lanjutan antara dishub dengan koperasi angkot juga digelar lagi kemarin (14/7). Materinya yakni teknis program dan pengelolaannya.

Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menuturkan, hasil rapat koordinasi terakhir diputuskan ada perampingan koperasi. Dari sebelumnya ada empat koperasi, kini hanya ditunjuk satu koperasi yang mengelola angkutan pelajar. 

Kebijakan itu bertujuan agar proses pengawasan lebih mudah. Selain itu koperasi juga harus memiliki sistem audit internal. Dari empat koperasi yang ada, hanya satu koperasi yang dinilai siap.

”Meskipun akhirnya diputuskan hanya satu koperasi. Kami minta armada dari tiga koperasi sebelumnya harus ditampung,” kata dia. 

Jaya mengatakan, pemilihan armada diserahkan kepada koperasi. Namun sudah ada standar yang ditentukan sebelumnya. Yakni melalui Kartu Pengawasan (KPS).

Kriterianya memiliki persyaratan administrasi lengkap dan kendaraan tidak boleh di bawah keluaran tahun 2000.

”Kami tidak membatasi satu rute itu harus AG atau AMG. Nanti pemilihan dilakukan koperasi,” terangnya. Selain memperjelas pengelolaan, ada tiga persiapan lain yang kini masuk tahap finalisasi. Pertama, perlengkapan tambahan untuk menandai armada angkutan pelajar.

”Angkutan pelajar akan ditempeli stiker, desainnya sudah ada. Tinggal diperbanyak,” kata Jaya. Hal lain yang menunggu finalisasi yakni peraturan wali kota (Perwali).

Dokumen itu sudah masuk meja bagian hukum Pemkot Malang. Hanya tinggal penandatanganan oleh kepala daerah. Targetnya regulasi itu bisa disahkan paling lambat pekan depan. 

”Setelah persiapan lainnya selesai, kami akan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Nanti Bus Halokes akan diganti dengan angkutan kota,” tutur Jaya.

Tahapan sosialisasi juga sudah dipersiapkan. Dishub sudah melaksanakan rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, kemarin. 

”Minggu awal pelaksanaan mungkin sosialisasi akan terus dilakukan. Kami juga akan melakukan evaluasi, karena ini program yang pertama kali,” tambahnya.

Untuk diketahui, anggaran angkutan pelajar tahun ini dialokasikan senilai Rp 1,9 miliar. Jumlah armada yang beroperasi sebanyak 80 angkot. (adk/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
angkot pelajar gratis angkutan pelajar Dishub Kota Malang angkot pelajar