MALANG KOTA, RADAR MALANG - Satu bangunan terbengkalai bisa anda lihat ketika melintas di Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun. Bangunan bernomor 383 itu memiliki luas sekitar 200 meter persegi. Di depannya banyak semak belukar dan tumpukan sampah.
Sepintas tak ada yang terlihat penting dari bangunan itu. Namun, ada sumbangsih sejarah dari tempat itu terhadap dunia hiburan di Kota Malang. Pada era 1980-an, tempat tersebut difungsikan sebagai bioskop terbuka. Saat itu sebutannya yakni Bioskop Misbar.
Misbar merupakan istilah slang dalam pergaulan masyarakat saat itu. Istilah tersebut merupakan akronim dari ’gerimis bubar’. ”Dulu yang kalau mau masuk nonton (film) harus bayar Rp 100. Di sini dulu juga ramai karena ada midnight show, film yang diputar mulai tengah malam dan selesai menjelang subuh,” kata Hartono, warga yang rumahnya berada di samping bangunan terbengkalai itu.
Dulu, bioskop misbar itu merupakan milik Yayasan Panjura. Pembangunannya dimulai pada tahun 1980. ”Yayasan tersebut milik seorang pensiunan anggota Korps Brimob,” terang Arief Wibisono, salah satu pemerhati sejarah Kota Malang.
Selain bioskop misbar yang disebut dengan Gadang Theater, pemilik yayasan itu juga memiliki dua usaha lain. Yakni Bioskop Kelud dan Panti Asuhan Panjura. Lahan untuk Gadang Theater itu juga milik Yayasan Panjura sejak dulu.
Film-film yang dulu diputar di sana cukup beragam. Mulai dari film Bollywood, Hollywood, Tiongkok, dan juga film dalam negeri seperti serial Warkop DKI maupun Suzanna. Bison, sapaan Arief Wibisono menggambarkan Gadang Theater dulunya hanya beratap di bagian loket depan saja.
Sisanya, hanya lapang beton luas dengan bangku kayu memanjang menghadap ke utara dan selatan. ”Kapasitasnya sekitar 80 sampai 100 orang, yang nonton kebanyakan warga Gadang, Mergosono, Ciptomulyo, Bumiayu, dan Buring. Untuk layarnya di sisi timur menghadap ke barat,” kata dia.
Karena menjadi satu kepemilikan dengan Bioskop Misbar Kelud, pemandangan tukar rol film pada saat itu sangat umum. Konsepnya, saat sebuah film selesai diputar di Misbar Kelud pada pukul 15.00, petugas dari Yayasan Panjura akan membawa rol film itu ke Gadang untuk diputar pada pukul 18.00.
Pada era 1980-an itu, selain Gadang Theater, ada juga Sukun Theater di Jalan S. Supriadi dan Bioskop Mulia Jaya di depan Gadang Gang 12 yang beroperasi.
”Tapi yang paling panjang umur ya Gadang Theater. Di Sukun Theater itu ditutup karena di depannya sering terjadi tawuran antar-geng, bahkan pernah menewaskan satu orang,” tambah Bison.
Kisah bioskop misbar di Gadang itu selesai sekitar tahun 1995. Perkembangan teknologi menjadi penyebabnya. ”Karena waktu itu VCD film makin banyak dijual dan disewakan, akhirnya orang makin sedikit yang nonton di sana,” tandas pria asli Kelurahan Gadang tersebut. (biy/by)
Editor : Bayu Mulya Putra