”Dikongkon moncok oyi ae, pokoke jelas ojir e jes.”
MALANG KOTA, RADAR MALANG - Istilah ini mulai jarang didengar. Namun di pabrik-pabrik, khususnya pabrik rokok, istilah ini masih cukup sering digunakan. Moncok memiliki makna menggantikan sementara waktu.
”Itu kata yang sudah sangat lawas, sempat diucapkan di banyak tempat di Malang Raya dan sekarang mulai punah,” terang Budayawan Malang Agung Harjaya Buana.
Agung menduga istilah tersebut bukan berasal dari bahasa Jawa yang umum di Malang Raya. Hal itu dikaitkan dengan pola migrasi warga non-Malang seperti dari Cina, Madura, atau bahkan Jawa dari Mataraman.
”Kalau memang serapan dari Madura maka pemakaian kata tersebut ada di wilayah Malang Timur. Sementara kalau serapan dari Cina maka ada di Malang bagian tengah seperti daerah Pecinan,” kata dia. Sampai sekarang, belum ada kepastian terkait terminologi kata moncok tersebut.
Agung menyebut bahwa pada masa setelah era kemerdekaan, kata moncok masih didapati. ”Seiring banyaknya perpindahan dari luar Malang, terutama era 1970-an, banyak kosakata yang umum di khas Malangan hilang. Moncok salah satunya,” tandas dia. (biy/by)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang