Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hilang Dua Hari, Lansia Asal Wagir Malang Ditemukan Tewas di Sumur Tua, Ada Indikasi Pembunuhan?

Biyan Mudzaky Hanindito • Kamis, 28 Mei 2026 | 13:05 WIB

 

Evakuasi lansia tewas tercebur sumur tua
Evakuasi lansia tewas tercebur sumur tua

 

WAGIR - Sempat hilang dua hari, Sampir, 72, ditemukan tak bernyawa. Jenazah kakek lanjut usia (lansia) asal Dusun Bunder, Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir tersebut ditemukan di sumur tua, Selasa sore (26/5). Petugas badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) membutuhkan waktu dua jam untuk mengevakuasi korban.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, mulanya Sampir meninggalkan rumah pada Senin (25/5) pukul 13.00 untuk mencari rumput.

“Beberapa warga sempat melihat korban mencari rumput di belakang area pabrik rokok TPI di kawasan sana. Setelah itu korban tidak terlihat lagi,” terang Sadono kemarin (27/5).

Sampai pukul 18.00, jejak Sampir tidak terlihat. Keluarga khawatir sesuatu terjadi pada diri korban. Akhirnya melapor ke pamong lingkungan sekitar. Pencarian diawali dengan menyisir seluruh wilayah Dusun Bunder. Penyisiran sempat menemui jalan buntu selama sekitar sehari.

Keesokan harinya sekitar pukul 17.00, Khoirul, 55, dan Dafit, 25, yang masih kerabat menemukan jenazah korban di sebuah sumur tua di tanah lapang. Sumur itu diperkirakan memiliki kedalaman 25 sampai 30 meter.

Sumur tersebut sudah tidak berbentuk sumur pada umumnya yang memiliki pinggir beton. Tapi hanya berupa lubang yang cukup dimasuki satu orang dan di sekelilingnya ditumbuhi rumput.

“Akhirnya kami bersama PMI, Damkar Kabupaten Malang, dan TNI-Polri dipanggil ke lokasi untuk mengevakuasi korban pada pukul 18.18,” kata Sadono.

Proses evakuasi berlangsung selama dua jam. Penarikan jenazah tidak bisa cepat lantaran lubang sempit dan ada potensi gas beracun di dalamnya.

“Kami menduga korban meninggal karena gas beracun yang ada di dalam sumur tersebut,” imbuh dia.

Baru sekitar pukul 19.17 evakuasi selesai. Tidak ditemukan luka di tubuh korban. Jenazah Sampir sempat dibawa ke RSUD Kanjuruhan, Kepanjen untuk dilakukan visum et repertum (VER). Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi, sehingga setelah visum luar selesai, jenazah langsung dilanjutkan proses pemakaman.(biy/dan)

Editor : Mahmudan
#malang hari ini #lansia tewas #kriminalitas