Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Malang Ricky Meinardhy tidak menampik adanya aksi penipuan ini. “Benar, pelaku mengaku dan mencatut nama Pak Wabup untuk menipu. Modusnya adalah pura-pura akan memberikan bantuan, tetapi meminta kiriman uang terlebih dahulu via transfer,” katanya. Ricky menegaskan, Wabup maupun Bupati Malang tidak pernah menyerahkan bantuan dengan skema ini. Biasanya, penyaluran bantuan dilakukan secara terbuka dan tidak mengirim pesan kepada nomor WhatsApp pribadi. Surat resmi pun mengiringi pengiriman bantuan, kalau memang ada.
Sehingga, Ricky memastikan nomor WhatsApp mengaku Wabup adalah penipu alias ”wabup palsu”. Sementara itu, modus penipuan lain yang dipakai pelaku adalah mengaku wartawan. Pelaku mengaku sebagai jurnalis salah satu media mainstream di Malang. Pelaku mengatakan ada rekan jurnalis yang sakit dan mengharap bantuan uang untuk pengobatan.
Salah satu Kepala Perangkat Daerah (PD) Kabupaten Malang pernah jadi korban. “Pelaku minta uang untuk pengobatan di Surabaya. Saya kirimi, minta lagi. Saat tidak saya kirimi lagi, dia malah memaki-maki saya,” kata salah satu kepala PD kepada Jawa Pos Radar Malang. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno