MALANG KABUPATEN – Penyebab keracunan 360 mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) di Wagir pada 7 Februari lalu mulai terkuak.
Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan nasi telor bali yang dikonsumsi para mahasiswa itu menunjukkan adanya bakteri Escherichia Coli (e-coli).
Kadarnya pun berlebihan. Ini mengakibatkan mual, pusing, muntah hingga diare.
Uji sampel makanan dilakukan laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Polres Malang merilisnya kemarin, 13 Februari 2023.
Sampel makanan itu diambil dari lokasi kemah kerja mahasiswa (KKM), yakni Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Sampel berupa sisa makan siang, makan malam, serta sisa-sisa nasi yang ada di lokasi kemah tersebut. Pengujian sampel makanan itu dilakukan Rabu, 8 Februari 2023.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Radar Malang Online (@jawaposradarmalang)
Baca Juga : 360 Mahasiswa UB Diduga Keracunan Massal.
"Dari hasil pemeriksaan, sampel makanan mengandung bakteri e-coli yang berlebihan,” terang Kasat Reskrim Polres Malang Iptu Wahyu Rizki Saputro kemarin siang.
Namun pihaknya menilai peristiwa tersebut di luar kesengajaan.
Mengutip situs Litbang Kementerian Kesehatan, bakteri e-coli menghuni saluran usus bagian bawah hewan berdarah panas, termasuk manusia.
Bakteri e-coli sering dibuang ke lingkungan melalui feses atau limbah cair. Karena itu, keberadaan bakteri e-coli di lingkungan telah lama dianggap sebagai indikator pencemaran tinja.
Namun hingga kemarin polisi belum mengetahui dari mana bakteri itu bisa berada di makanan para mahasiswa.
Untuk melengkapi penyelidikan, polisi akan meminta keterangan ahli dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang terkait hasil lab yang keluar. (Bersambung ke halaman selanjutnya)
Termasuk mengetahui bahan makanan mana yang mengandung e-coli dan kemungkinan sumber paparannya. Sebelumnya, polisi juga telah memeriksa tujuh orang saksi.
Enam orang merupakan juru masak yang menyediakan makanan bagi para mahasiswa. Sedangkan satu saksi lagi merupakan Dekan FT UB.
Dari hasil pemeriksaan para juru masak, Wahyu mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan bahan makanan yang diolah untuk mahasiswa peserta kemah kerja tersebut.
Karena para juru masak mengatakan tidak ada masalah dengan bahan makanan, maka kami putuskan untuk menguji sampel makanannya,” terang Wahyu.
Sedangkan pemanggilan dekan dilakukan selaku penanggung jawab program. Polisi juga meminta informasi apakah ada juru masak lain yang ditunjuk dalam kegiatan itu selain warga sekitar.
Wahyu menambahkan, seluruh makanan itu disediakan oleh warga sekitar. Pihak kampus sengaja memberdayakan mereka untuk menyuplai makanan mahasiswa.
Baca Juga : Dinas Kesehatan Larang Peredaran Jajan Ciki Ngebul.
Karena kemah kerja itu juga ditujukan membantu masyarakat setempat. Bahkan mahasiswa juga membantu mengecor jalan menuju pura.
Saat disinggung mengapa yang keracunan lebih banyak mahasiswi, Wahyu menduga hal itu berkaitan dengan daya tahan tubuh.
Umumnya, daya tahan tubuh laki-laki lebih kuat dibanding perempuan. Hanya dalam kasus tertentu saja yang berlaku sebaliknya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Wiyanto Wijoyo membenarkan bahwa hasil uji lab sampel makanan menunjukkan adanya bakteri e-coli.
Menurutnya, paparan e-coli itu bisa menimbulkan gejala berupa sakit perut, diare, mual, dan muntah.
”Gejala yang disebabkan bakteri e-coli akan berdampak lebih parah jika terjadi pada anak-anak dan lansia,” terangnya. (Bersambung ke halaman selanjutnya)
Di bagian lain, Ketua Pengelola Sistem Informasi dan Kehumasan (PSIK) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Adharul Muttaqin menjelaskan langkah UB.
Ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan setelah terjadi dugaan keracunan massal. Di antaranya, pemeriksaan kesehatan, feses, sampel makanan, serta bahan makanan.
Namun hingga kemarin (13/2) Adharul mengaku masih belum mendapatkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh RSUB.
Terkait hasil rilis dari Polres Malang, Adharul mengaku akan menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim RSUB. ”Kami akan tanyakan lebih lanjut update perkembangan pemeriksaannya,” pungkasnya.
Baca Juga : Keracunan Gas, Dua Pekerja Meninggal di Kolam Pupuk.
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden keracunan itu terjadi pada Selasa (7/2), sekitar pukul 00.30.
Sebanyak 360 mahasiswa FT UB tiba-tiba mengalami gejala menyerupai keracunan. Seperti mual, muntah, dan diare.
Malam sebelumnya, sekitar pukul 21.00, para mahasiswa itu menyantap makanan yang disediakan untuk mereka.
Peristiwa itu terjadi di lahan kosong Desa Jedong, Kecamatan Wagir. Lahan itu dijadikan tempat perkemahan oleh 360 mahasiswa FT UB. (nif/dre/fat) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana